Barang datang rusak, jumlahnya tidak sesuai nota, atau salah kirim. Retur ke Supplier mengembalikannya — dan sekaligus membetulkan tiga hal yang menempel padanya: stok, sisa batch, dan hutang ke suppliernya.
A. Retur Selalu Menempel pada Penerimaan

Retur tidak dibuat dari nol. Ia selalu mengacu pada satu penerimaan barang tertentu, karena dari situlah aplikasi tahu berapa yang boleh dikembalikan, dengan harga berapa, dan dari batch mana stoknya harus dipotong.
B. Langkah Meretur

C. Isian Formnya

| ISIAN | KETERANGAN |
|---|---|
| Qty Retur | Jumlah yang dikembalikan, dalam satuan yang sama seperti saat membelinya. Batasnya tertulis di bawah kolom (“Maks N”). |
| Alasan Retur | Contoh: salah input qty, barang rusak, tidak sesuai pesanan. Ini yang Anda baca lagi berbulan-bulan kemudian. |
| Catatan (Opsional) | Keterangan tambahan bila perlu. |
Total Retur di bawah menghitung sendiri dari qty dikali harga beli pada nota penerimaannya — bukan harga beli terbaru — sehingga nilainya cocok dengan nota aslinya.
D. Memahami Angka “Maks”
Batas retur bukan sekadar jumlah yang diterima. Ia dihitung sebagai jumlah diterima dikurangi yang sudah pernah diretur, dan juga dibatasi sisa stok batch yang bersangkutan.
- Diterima 33, satu sudah terjual, belum pernah diretur → Maks 32.
- Sudah pernah diretur 10 dari 33 → batas berikutnya tinggal sisanya, sehingga satu nota tidak bisa diretur dua kali penuh.
E. Apa yang Berubah Setelah Retur
| YANG BERUBAH | BAGAIMANA |
|---|---|
| Stok produk / bahan | Berkurang sebanyak barang yang dikembalikan. |
| Sisa batch | Batch asal penerimaannya ikut dipotong, sehingga FIFO tetap benar. |
| Riwayat Stok | Tercatat sebagai “Retur ke Supplier <nomor>”, lengkap dengan satuan belinya. |
| Hutang supplier | Berkurang senilai barang yang diretur, kalau notanya memang berhutang. |
| Detail PO | Kartu penerimaannya menampilkan nilai “Retur”, jadi statusnya terbaca tanpa membuka daftar retur. |
