Bahan Baku adalah inventory bahan mentah yang dipakai untuk membuat menunya. Dengan menghubungkannya ke Resep per produknya, sistemnya otomatis mengurangi stok bahannya saat menunya terjual — sehingga tracking HPP atau COGS-nya akurat.
Contohnya: 1 porsi Nasi Goreng mengurangi 100g beras, 20ml minyak, dan 1 butir telor — semuanya otomatis.
A. Hub Bahan Baku
Menu utama Bahan Baku bukan langsung daftarnya, melainkan sebuah hub dengan 5 sub-menu.
| SUB-MENU | FUNGSINYA |
|---|---|
| Daftar Bahan Baku | Menambah, mengedit, dan menghapus Bahan Mentah beserta Bahan Olahannya. |
| Kategori Bahan | Mengelompokkan bahannya supaya rapi — Sayur, Bumbu, Daging, dan seterusnya. |
| Riwayat Stok Bahan | Audit trail semua perubahan stok bahannya. |
| Bahan Menipis | Bahan yang stoknya sudah sama dengan atau di bawah stok minimumnya, sehingga ia perlu direstok. |
| Bahan Habis | Bahan yang stoknya sudah nol. |

B. Tambah Bahan Mentah
Bahan Mentah adalah bahan yang dibeli ke supplier, dan punya stok fisik di gudangnya. Formnya meminta info modal dan stoknya.
- Foto Bahan, opsional.
- Informasi Dasar: Nama Bahan yang wajib, beserta Barcodenya yang opsional dan bisa di-scan.
- Jenis Bahan: pilih chip Bahan Mentah, yang bawaannya.
- Stok dan Harga — pilih cara inputnya: Per Pembelian, yaitu menginput total harga sekali belinya beserta jumlah dan satuannya, lalu sistemnya menghitung otomatis harga per satuan terkecilnya; atau Per Satuan, yaitu menginput langsung harga per satuannya, misalnya Rp 12 per gram.
- Stok Awal, wajib: jumlahnya saat ini, dan ia mendukung desimal.
- Stok Minimum (Alert), yang bawaannya 1 — notifikasinya muncul kalau stoknya turun di bawah angka ini.
- Kategori, opsional.
- Deskripsi, opsional.
Pilih cara input yang sesuai dengan invoice suppliernya:


C. Tambah Bahan Olahan (fitur baru)
Bahan Olahan adalah bahan yang Anda racik atau masak sendiri dari beberapa Bahan Mentah lain. Bedanya dengan Bahan Mentah:
| ASPEK | BAHAN MENTAH | BAHAN OLAHAN |
|---|---|---|
| Sumbernya | Dibeli ke supplier. | Diracik dari bahan lain. |
| Harga modalnya | Diinput manual, dalam Rp per satuan. | Terhitung otomatis dari resep sub-bahannya. |
| Stoknya | Stok fisik di gudangnya. | Hasil produksinya — per batch, lalu jadi porsi. |
| Contohnya | Tepung, gula, daging, garam. | Adonan bakso, sambal, bumbu nasi goreng, saus. |
Cara menyetelnya:
- Hasil per Batch, wajib: berapa porsi yang dihasilkan dari satu kali masak atau racik; bawaannya 1.
- Satuan: porsi, yang bawaannya — atau ganti menjadi gram atau ml, sesuai konteksnya.


D. Setup Resep di Produk
Resepnya menentukan berapa bahan yang dipakai per produknya. Setelah ia disetel, stok bahannya otomatis berkurang saat menunya terjual.

Ada 2 mode input resepnya:


Ketuk + Tambah di bagian Bahan-bahannya, lalu halaman Pilih Bahan terbuka dengan 2 tab:

Setelah bahannya dipilih, input qty pemakaiannya dalam satuan bahan tersebut. Lalu ketuk Simpan di headernya.
Contoh resep "Mie Gahar", dalam mode Per Porsi:
| BAHAN | JENIS | QTY | SATUAN |
|---|---|---|---|
| Mie Telur | Mentah | 100 | gram |
| Bumbu Mie Gahar | Olahan | 1 | porsi |
| Daging Cincang | Mentah | 50 | gram |
| Sayuran Sawi | Mentah | 30 | gram |
| Telur Ayam | Mentah | 1 | butir |
E. Auto-Deduct Bahan Saat Transaksi
Saat customernya checkout menu yang punya resep:
F. Restok & Sesuaikan Stok
Setiap bahannya punya halaman Detail Bahan. Aksesnya dari Daftar Bahan Baku, lalu ketuk card bahannya. Di sana ada 2 aksi stok yang fungsinya berbeda.

1. Restok. Ia untuk menambah stoknya setelah belanja; sistemnya menambahkan jumlahnya ke stok yang sudah ada.

2. Sesuaikan. Ia untuk menyetel angka stok yang absolut — biasanya setelah stock opname, atau hitung fisiknya. Bedanya dengan Restok yang menambah, Sesuaikan langsung menimpa stoknya dengan nilai yang baru. Selisihnya, positif maupun negatif, tercatat beserta Alasan Penyesuaiannya.


G. Riwayat Stok Bahan
Semua perubahan stok bahannya tercatat di sini — pemasukannya, yaitu restok dan produksi olahannya; dan pengeluarannya, yaitu transaksi, penyesuaian, dan yang expired.

H. Bahan Menipis & Bahan Habis
Ada 2 sub-menu monitoring khusus — sebenarnya ia view filter atas Daftar Bahannya, dengan kriteria stok tertentu.


Cek ia rutin setiap pagi sebelum tokonya buka — supaya tidak ada menu yang gagal terjual karena bahannya habis di tengah hari.
I. Kategori Bahan
Ia mengelompokkan bahannya supaya rapi. Aksesnya dari Hub Bahan Baku, lalu Kategori Bahan.

Contoh kategori yang umum:
