A. KOT tidak tercetak ke printer dapur
Gejalanya: pembayarannya selesai, tetapi KOT-nya tidak keluar dari printer dapur.
Solusinya:
01
Cek Pengaturan → Printer Bluetooth: apakah Printer KOT (Dapur)-nya sudah di-pair?
02
Kalau ia belum disetel, KOT-nya akan jatuh ke Printer Thermal untuk struk — jadi setel Printer KOT-nya secara terpisah.
03
Pastikan Status Bluetooth-nya Aktif, dan permission Bluetooth-nya sudah diberikan.
04
Restart printer dapurnya — matikan lalu nyalakan lagi; Bluetooth thermal printer kadang perlu di-pair ulang.
05
Ketuk Cetak KOT dari Detail Transaksi di Riwayat, untuk mencetaknya ulang secara manual.
06
Pastikan jarak HP ke printer dapurnya kurang dari 10m, tanpa terhalang tembok beton.
07
Kalau muncul “Izin Bluetooth tidak diberikan”, buka Setting Android → Apps → Kasgo F&B → Permissions, lalu berikan izin Bluetooth-nya.
B. Dialog modifier tidak muncul saat menunya diketuk
Gejalanya: menu yang seharusnya punya Add-on tidak menampilkan dialog modifiernya.
Solusinya:
01
Buka detail produknya, lalu cek bagian Modifier / Add-on.
02
Pastikan ada modifier group yang ter-link; ketuk Kelola untuk melihat dan meng-assign-nya.
03
Toggle Modifier/Add-on di form produknya harus menyala.
04
Pastikan status Modifier Group-nya Aktif; ceknya di Hub Produk → Modifier/Add-on.
05
Pastikan ada minimal 1 opsi di dalam groupnya — ada chip “Pilih Satu” atau “Multi”, beserta opsinya.
06
Di kasir, dialog Add-on atau Modifiernya bersifat collapsible, jadi ia perlu diketuk untuk di-expand. Cek juga apakah produknya punya badge oranye ADD-ON di card kasirnya.
C. Stok bahan baku tidak berkurang setelah transaksi
Gejalanya: menunya terjual, tetapi stok bahannya tidak ter-deduct otomatis.
Solusinya:
01
Buka detail produknya, masuk ke bagian Bahan Baku, lalu ketuk Kelola.
02
Pastikan ada bahan-bahan di dalam resepnya; ia tidak boleh berstatus “Belum ada resep”.
03
Kalau produknya punya varian, setiap variannya harus punya resepnya sendiri.
04
Cek Laporan → Bahan per Transaksi — apakah ada entri untuk transaksi tersebut?
05
Kalau entrinya tidak ada, kemungkinan resepnya belum disetel saat transaksinya terjadi; setup resep tidak berlaku retroaktif.
06
Untuk Bahan Olahan, stok yang turun adalah stok Olahannya, bukan Bahan Mentahnya. Stok Mentahnya baru turun saat Bahan Olahannya diproduksi.
D. Meja tidak kembali ke “Tersedia” setelah customer pergi
Gejalanya: mejanya masih berstatus Terisi, padahal customer sudah membayar dan pergi.
Solusinya:
01
Pastikan Pesanan Terbuka di meja itu sudah benar-benar diselesaikan — lewat Proses Pembayaran, atau dihapus.
02
Cek di kasir pada tab Pesanan Terbuka; kalau ia masih ada untuk meja itu, selesaikan dulu.
03
Kalau ia berkaitan dengan Reservasi, pastikan reservasinya sudah diketuk Selesai sebagai status terakhirnya; mejanya akan otomatis kembali ke Tersedia.
04
Workaround-nya: edit mejanya dari Pengaturan → Manajemen Meja, ketuk mejanya, lalu ubah statusnya secara manual.
E. Nomor antrian Take Away tidak reset di hari yang baru
Gejalanya: nomor antrian kemarin masih berlanjut di hari ini.
Solusinya:
01
Reset otomatisnya terjadi saat aplikasinya membuat order Take Away yang pertama di hari baru, setelah tengah malam.
02
Kalau kasirnya tidak dibuka saat tengah malam, resetnya terjadi di order Take Away pertama keesokan harinya.
03
Kalau ia masih bermasalah, restart aplikasinya — force close lalu buka ulang.
04
Cek Pengaturan → Pengaturan Nomor Antrian, dan pastikan konfigurasinya aktif.
F. Split Bill: totalnya tidak cocok
Gejalanya: sistem menolak Proses Pembayarannya, karena total splitnya tidak sesuai.
Solusinya:
01
Cek total tagihannya, termasuk fee dan pajak yang sudah diterapkan.
02
Mode Bagi per Nominal: jumlah dari semua entrinya harus tepat sama dengan total tagihannya.
03
Mode Bagi per Orang: sistem menghitungnya otomatis, dan mungkin ada pembulatan untuk angka yang ganjil.
04
Mode Bagi per Item: pastikan semua itemnya ter-assign ke salah satu pembayar, sehingga tidak ada item yang tertinggal.
05
Kalau errornya masih terjadi, ketuk Back lalu Lanjut ke Pembayaran lagi, untuk me-reset state-nya.
G. Tidak bisa login — “Tidak dapat terhubung ke server”
Gejalanya: saat login, muncul error koneksi ke server.
Solusinya:
01
Pastikan internet HP-nya aktif, lewat WiFi atau data seluler; login membutuhkan internet untuk memvalidasi licensenya.
02
Coba buka browser ke kasgo.id; kalau ia tidak bisa dibuka, masalahnya ada di koneksi HP-nya.
03
Server kasgo mungkin sedang maintenance — tunggu 5-10 menit.
04
Kalau licensenya sudah pernah divalidasi sebelumnya, biasanya ia bisa login offline; coba login ulang dengan PIN-nya.
05
Kalau ia masih error, hubungi Customer Support via WhatsApp beserta info error message-nya.
H. Aplikasi force close atau crash
Gejalanya: aplikasinya keluar sendiri saat sedang dipakai.
Solusinya:
01
Buka Setting HP → Apps → Kasgo F&B → Clear Cache. Jangan Clear Data, karena datanya akan hilang.
02
Restart HP-nya.
03
Kalau ia masih crash: backup dulu, uninstall, install APK barunya, lalu restore backupnya.
04
Laporkan bug-nya ke Customer Support via WhatsApp, beserta model HP dan versi Androidnya, versi aplikasinya dari Pengaturan → Tentang, langkah yang dilakukan sebelum ia crash, dan screenshot errornya kalau ada.
I. Backup gagal
Gejalanya: muncul error saat Anda mengetuk “Backup Sekarang”.
Solusinya:
01
Cek ruang storage HP-nya — minimal 200MB kosong. File backup kasgo biasanya kecil, tetapi prosesnya membutuhkan temp space.
02
Berikan permission storage-nya di Setting HP → Apps → Kasgo F&B → Permissions.
03
Restart HP-nya, lalu coba lagi.
04
Kalau ia masih gagal, coba export lewat Google Drive; ia lebih reliable di Android 11+.
05
Cek apakah tab Gambar-nya juga gagal — mungkin masalahnya spesifik pada tab Data, atau pada imagenya.
J. Harga per Tipe Pesanan tidak diterapkan di kasir
Gejalanya: harga khusus untuk Take Away atau Delivery sudah disetel, tetapi kasirnya masih memakai harga Dine-in.
Solusinya:
01
Cek detail produknya di bagian Informasi Harga → Harga Jual; pastikan kolom Take Away dan Delivery-nya sudah diisi, bukan dibiarkan kosong.
02
Kolom yang kosong berarti ia memakai harga Dine-in. Isi nominalnya untuk memakai harga yang berbeda.
03
Di kasir, pastikan Tipe Pesanan-nya dipilih sebelum itemnya ditambahkan; di Step 1 Detail ada card “Tipe Pesanan”.
04
Item yang sudah masuk keranjang sebelum Tipe Pesanannya diganti akan tetap memakai harga awalnya — hapus lalu tambahkan ulang setelah tipenya diganti.
K. Promo atau Happy Hour tidak diterapkan otomatis
Gejalanya: promonya sudah dibuat, tetapi diskonnya tidak otomatis muncul di kasir.
Solusinya:
01
Cek Hub Produk → Promo/Happy Hour: apakah promonya masih aktif?
02
Pastikan jam saat ini berada dalam rentang Waktu Mulai sampai Waktu Selesainya.
03
Pastikan hari ini termasuk di chip Hari Aktifnya; bawaannya Senin sampai Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu dimatikan.
04
Cek Berlaku Untuk-nya: untuk Kategori Tertentu, pastikan menu yang dijual masuk ke kategori yang dipilih; untuk Produk Tertentu, pastikan menu yang dijual ada di list Produk Terpilihnya.
05
Cek jam HP-nya — kalau jamnya salah, sistem tidak mendeteksi rentangnya dengan benar.
L. Variance shift selalu KURANG di kasir tertentu
Gejalanya: polanya menunjukkan selisih kas yang KURANG secara konsisten, pada satu kasir.
Solusinya:
01
Buka Laporan → Riwayat Shift, filter per kasir tersebut, lalu review semua shift terakhirnya.
02
Ketuk card shiftnya untuk membuka Detail Shift, lalu cek Hitungan Sistem terhadap Uang Aktual-nya.
03
Kalau variance-nya kecil — Rp 5K sampai 10K — dan konsisten, kemungkinan kasirnya lupa menginput pengeluaran tunai yang kecil, seperti parkir dan kresek. Edukasikan agar semua pengeluaran dicatat, walaupun ia kecil.
04
Kalau variance-nya besar, lebih dari Rp 50K, review histori transaksi shiftnya item per item; mungkin ada kesalahan menghitung kembalian, atau salah menginput qty-nya.
05
Kalau polanya tetap berlanjut setelah direview dan diedukasi, bicarakanlah baik-baik dengan kasirnya; jangan langsung menuduh.
06
Pakai Recalculate di Detail Shift, kalau ada transaksi yang baru di-update setelah shiftnya ditutup.
M. Hutang Supplier otomatis terbuat di transaksi tunai
Gejalanya: Anda membayar cash ke supplier, tetapi sistem mencatat hutangnya secara otomatis.
Solusinya:
01
Untuk PO bertipe Beli Putus, hutangnya otomatis dibuat saat Penerimaan Barang; ini perilaku bawaannya.
02
Setelah Penerimaannya, langsung bayarkan ia di tab Hutang di Detail Supplier, sehingga statusnya berubah dari Hutang Penuh menjadi Lunas.
03
Untuk supplier yang konsisten dibayar cash di tempat, pertimbangkan memakai PO bertipe Konsinyasi kalau barangnya memang titip jual; atau langsung input pembayarannya setelah Penerimaan.
04
Tidak ada toggle “Buat Hutang” yang terpisah di Penerimaan — hutangnya selalu dibuat otomatis untuk Beli Putus.
N. Bahan Olahan: HPP-nya tidak ter-update setelah resepnya diedit
Gejalanya: resep Bahan Olahannya sudah diedit, tetapi total HPP per Modifier atau per Produknya masih memakai nilai yang lama.
Solusinya:
01
Untuk Bahan Olahan, HPP per porsinya dihitung otomatis dari sub-resepnya saat ia disimpan.
02
Kalau Bahan Olahannya sudah di-link ke produk lain, HPP produknya akan ter-update otomatis pada perhitungan berikutnya.
03
Untuk transaksi yang sudah selesai, HPP transaksinya tetap memakai nilai pada saat itu; ia tidak berlaku retroaktif.
04
Hanya transaksi yang baru yang akan memakai HPP yang sudah di-update.
05
Cek Laporan → Margin Produk setelah ada transaksi baru, untuk memverifikasinya.
O. Refund tidak bisa diproses
Gejalanya: tombol “Proses Refund”-nya nonaktif, atau ia menghasilkan error.
Solusinya:
01
Pastikan minimal 1 item dicentang di bagian “Pilih Item untuk Refund”, atau ketuk Pilih Semua.
02
TOTAL REFUND-nya harus lebih besar dari Rp0; refund senilai 0 rupiah tidak memungkinkan.
03
Untuk transaksi BON atau Piutang yang belum lunas, lunasi piutangnya dulu sebelum ia di-refund.
04
Untuk item yang sudah pernah di-refund parsial sebelumnya, cek “Sisa: x/y”-nya; kalau ia sudah 0/y, berarti semua qty-nya sudah di-refund.
05
Catatan Alasan Refundnya opsional — Anda bisa memilih chip presetnya, atau mengetiknya manual.
