Fitur unik KasGo F&B: mengelola jenis biaya tambahan yang sering muncul di restoran dan kafe — service charge alias biaya layanan, biaya pengiriman alias delivery fee, biaya kemasan take-away, dan seterusnya. Biaya ini bisa di-attach ke transaksi di Kasir, sebagai charge tambahan.
A. Halaman Jenis Biaya

Aksesnya: dari Beranda, buka Pengaturan → Jenis Biaya; deskripsinya “Kelola jenis biaya tambahan”.
B. Tambah Jenis Biaya Baru
01
Di halaman Jenis Biaya, ketuk (+) di kanan atas.
02
Formnya muncul; field yang umumnya tersedia:
- Nama Biaya, wajib — misalnya “Service Charge”, “Biaya Pengiriman”, atau “Biaya Kemasan”.
- Tipe Nilai — Persentase atau Nominal Tetap.
- Nilai — angkanya. Contohnya 10 untuk persentase 10%, atau 5000 untuk Rp 5.000.
- Berlaku Untuk — pilih Dine-in, Take-away, atau semua tipe pesanan.
- Default Aktif, toggle — apakah ia otomatis diterapkan ke semua transaksi, atau dipilih manual per transaksinya.
- Opsional: catatan atau keterangannya.
03
Ketuk Simpan.
C. Contoh Jenis Biaya untuk Resto/Kafe
| NAMA BIAYA | TIPE | BERLAKU UNTUK |
|---|---|---|
| Service Charge | Persentase 5-10% | Dine-in saja |
| Biaya Pengiriman | Nominal Rp 10.000–25.000 | Take-away atau Delivery |
| Biaya Kemasan Take-away | Nominal Rp 1.000–3.000 | Take-away saja |
| Pajak Hiburan Daerah | Persentase 5% | Semua, kalau ia diwajibkan regulasi daerahnya |
| Surcharge Weekend | Persentase 5% | Semua, saat Sabtu dan Minggu |
D. Memakainya di Kasir
Saat bertransaksi:
01
Customer memesan, lalu itemnya ditambahkan ke keranjang.
02
Ketuk Bayar, lalu Anda masuk ke Konfirmasi Pembayaran.
03
Di bagian Biaya Tambahan, pilih dari dropdown jenis biaya yang sudah didefinisikan. Anda bisa memilih lebih dari 1 — misalnya Service Charge ditambah Biaya Kemasan.
04
Sistem menghitungnya otomatis berdasarkan Tipe Nilainya: Persentase dikali Subtotal, atau Nominal Tetapnya.
05
Totalnya ter-update otomatis; lanjutkan pembayarannya seperti biasa.
Untuk biaya yang Default Aktif-nya dinyalakan, biayanya otomatis ditambahkan ke setiap transaksi — misalnya Service Charge 5% untuk dine-in, yang selalu diterapkan.
E. Tips Jenis Biaya
Jaga transparansi service charge-nya — Pasang tanda di menu atau di meja: “Harga belum termasuk service charge 5% & pajak 10%”. Dengan begitu customer tidak terkejut saat menerima billnya.
Persentase dibanding nominal — Persentase cocok untuk service charge yang menyesuaikan total ordernya — 10% dari Rp 100k menjadi Rp 10k, dan 10% dari Rp 500k menjadi Rp 50k. Nominal tetap cocok untuk biaya yang flat — kemasan Rp 2k per transaksi, berapa pun total ordernya.
Hati-hati dengan Default Aktif — Kalau service charge-nya otomatis diterapkan, customer yang membayar tunai mungkin protes. Pertimbangkan pendekatan opt-in — kasirnya mengkonfirmasi dulu — untuk transaksi tertentu.
Biaya pengiriman untuk delivery — Setel ia berbeda-beda menurut jaraknya — misalnya dekat Rp 5k, dan jauh Rp 15k — dengan memakai beberapa jenis biaya.
Audit ia di laporan — Laporan Keuangan menampilkan breakdown incomenya: Penjualan dan Biaya Tambahan terpisah, sehingga jelas berapa revenue dari menunya, dan berapa dari charge tambahannya.
