Barang datang rusak, salah kirim, atau tidak laku dan boleh dikembalikan. Retur ke Supplier mencatat pengembalian itu: stoknya berkurang, hutang ke supplier ikut menyusut, dan nilainya masuk ke laporan pembelian sebagai pengurang.
A. Cara Meretur

B. Batas Jumlah yang Boleh Diretur
Aplikasi memagari retur dengan dua batas sekaligus, dan yang dipakai adalah yang terkecil.
C. Ongkir yang Hangus
Kalau penerimaannya kena ongkir dan ongkir itu sudah menempel di harga modal barang, maka saat barangnya kembali ke supplier, ongkirnya tidak ikut kembali. Supplier mengembalikan harga barangnya saja.
Sakelarnya bernama “Catat ongkir yang hangus sebagai Pengeluaran” dan menyebut langsung nominalnya — mis. Rp3.462 untuk retur 2 pcs dari kiriman yang kena ongkir Rp30.000.
D. Yang Ikut Berubah
| BAGIAN | PENGARUHNYA |
|---|---|
| Stok | Berkurang sebanyak barang yang dikembalikan, dalam satuan dasar. |
| Riwayat Stok | Tercatat sebagai keluar, dengan keterangan satuan belinya — mis. “−24 (1 DUS × 24)”. |
| Hutang supplier | Sisa hutang berkurang senilai barang yang diretur. |
| Detail Pembelian | Nilai retur ditempel di kartu penerimaannya, jadi terlihat tanpa membuka daftar retur. |
| Laporan Pembelian | Muncul di baris Retur ke Supplier dan mengurangi Pembelian Bersih. |
E. Melihat Riwayat Retur
Semua retur terkumpul di Pembelian → Retur Supplier, lengkap dengan nomor retur, supplier, tanggal, dan nilainya. Dari sana bisa dibuka detailnya untuk melihat barang apa saja yang dikembalikan.
