Pulsa, paket data, token listrik, tagihan PPOB, transfer dan tarik tunai BRILink, serta top-up e-wallet dicatat sebagai Produk Digital di KasGo Cell. Bedanya dengan aksesori bukan sekadar “tidak ada stoknya” — uangnya bergerak dari dua kas sekaligus, dan labanya bukan dari selisih harga jual.
Saat pertama dipasang, KasGo Cell sudah mengisi sendiri sekitar 50 produk digital yang umum dipakai konter, lengkap dengan kas Deposit Pulsa dan Saldo BRILink. Anda tinggal menyesuaikan harga dan biaya adminnya.
A. Beda Produk Fisik dan Produk Digital
| HAL | PRODUK FISIK | PRODUK DIGITAL |
|---|---|---|
| Contoh | Casing, charger, headset, kartu perdana | Pulsa, token listrik, BPJS, transfer BRILink |
| Stok | Dilacak, berkurang tiap penjualan | Tidak dilacak |
| Harga jual | Tetap, disetel di data produk | Bisa fleksibel — kasir mengetik nominalnya saat transaksi |
| Sumber uangnya | Barang di rak | Saldo deposit di aggregator / saldo BRILink |
| Laba | Harga jual − harga modal | Biaya admin + komisi − biaya penyedia |
Tipe produk dikunci setelah produk tersimpan. Kalau pulsa terlanjur dibuat sebagai produk fisik, produknya harus dihapus dan dibuat ulang — jadi pastikan tipenya benar sejak awal.
B. Membuat Produk Digital

01
Buka Produk → Daftar Produk → tombol +.
02
Isi Nama Produk dan Kategori — mis. “Token Listrik” di kategori Token & PPOB.
03
Di bagian Tipe Produk, pilih Digital. Kolom stok dan varian otomatis hilang, dan muncul kolom-kolom khusus digital di bawahnya.
04
Nyalakan Harga Fleksibel kalau nominalnya berubah-ubah tiap transaksi — token listrik, transfer, tarik tunai, bayar tagihan. Matikan kalau nominalnya tetap, mis. paket data 8GB seharga Rp16.000.
05
Isi Default Fee — tiga angka yang akan terisi otomatis tiap transaksi, dan masih bisa diubah kasir. Lihat bagian C.
06
Isi Label Referensi Pelanggan — teks yang akan diminta ke kasir saat transaksi, mis. “No. HP”, “No. Meter”, “No. Rekening”. Nomornya ikut tercetak di struk.
07
Pilih Kas Sumber/Tujuan dan Efek Kas. Ini yang menentukan saldo mana yang bergerak — lihat bagian D.
C. Tiga Angka Biaya, dan Kenapa Bedanya Penting

Admin FeeBiaya yang dibayar pelanggan ke Anda. Mis. bayar listrik kena admin Rp2.500. Ini pendapatan konter.
Komisi PenyediaKomisi yang diberikan aggregator ke Anda, biasanya sudah dipotong langsung dari deposit. Mis. BPJS Rp100.000 tapi deposit hanya terpotong Rp99.000 — komisinya Rp1.000. Ini juga pendapatan.
Biaya PenyediaBiaya yang dipotong bank atau biller dari Anda. Mis. transfer beda bank kena Rp2.500. Ini pengurang laba.
Laba nyata satu transaksi digital = Admin Fee + Komisi − Biaya Penyedia. Nominal tagihannya hanya uang lewat: masuk dari pelanggan, keluar lagi ke aggregator. Karena itu laporan Laba Rugi tidak pernah menghitung Rp100.000 token listrik sebagai omzet — yang dihitung hanya biaya admin dan komisinya.
D. Tiga Cara Mengambil Biaya Admin
Pilihan ini muncul saat transaksi berlangsung dan menentukan berapa uang yang benar-benar berpindah tangan. Contoh berikut memakai tagihan Rp100.000 dengan admin Rp6.500.
| CARA | PELANGGAN BAYAR | KAPAN DIPAKAI |
|---|---|---|
| Luar | Rp106.500 — tagihan dan admin ditagih terpisah | Paling umum: bayar listrik, BPJS, transfer |
| Dalam | Rp100.000 — admin sudah termasuk di dalamnya | Kalau Anda menjual dengan harga bulat |
| Potong | Menerima Rp93.500 — admin dipotong dari uang yang Anda serahkan | Tarik tunai BRILink |
Luar — Nasabah menyerahkan Rp106.500. Deposit Anda terpotong Rp100.000, sisa Rp6.500 menjadi laba.
Dalam — Nasabah menyerahkan Rp100.000 saja. Yang benar-benar dikirim dari deposit adalah Rp93.500, dan Rp6.500 tetap menjadi laba Anda.
Potong — Nasabah tarik tunai Rp100.000 tetapi hanya menerima Rp93.500 dari laci. Saldo BRILink Anda bertambah Rp100.000, uang laci berkurang Rp93.500.
E. Efek Kas — Saldo Mana yang Bergerak
Setiap produk digital menunjuk satu kas sumber atau tujuan, mis. Deposit Pulsa atau Saldo BRILink. Arahnya ditentukan oleh Efek Kas.

BerkurangSaldo kas tujuan berkurang, uang laci bertambah. Ini yang normal: jual pulsa, beli token, bayar tagihan, transfer keluar.
BertambahSaldo kas tujuan bertambah, uang laci berkurang karena Anda menyerahkan tunai. Dipakai untuk Tarik Tunai BRILink dan setor tunai.
Kalau saldo deposit di aplikasi tidak cocok dengan saldo di aplikasi aggregator, hampir selalu penyebabnya salah satu dari dua ini: Efek Kas terbalik, atau ada top-up deposit yang belum dicatat. Top-up deposit dicatat lewat Multi Kas → Transfer antar Kas, bukan sebagai pengeluaran.
F. Menjualnya di Kasir

01
Buka Kasir, pilih produk digitalnya.
02
Kalau harganya fleksibel, ketik Nominal tagihannya. Admin dan komisi terisi otomatis dari data produk — ubah kalau perlu, dan pilih Tipe Admin: Luar, Dalam, atau Potong.
03
Isi nomor referensi pelanggan sesuai label yang Anda setel, mis. nomor HP atau nomor meter.
04
Lanjut Bayar, pilih kas penerima uangnya, lalu proses. Kalau Anda mendapat token atau nomor referensi dari aggregator, isikan di kolom Token / SN / No. Ref supaya ikut tercetak di struk pelanggan.
Satu transaksi, dua mutasi kas — Jual pulsa Rp11.000 dengan tagihan Rp10.000: Kas Laci bertambah Rp11.000, Deposit Pulsa berkurang Rp10.000. Keduanya bisa dilihat di Multi Kas.
Struk pelanggan — Nomor tujuan dan token ikut tercetak, jadi pelanggan tidak perlu difoto ulang layarnya.
