KasgoPANDUAN KASGO CELL
Konsinyasi
Panduan KasGo Cell/Supplier & Pembelian/Konsinyasi

Konsinyasi

Buat PO bertipe Konsinyasi, settlement saat barang terjual, dan return sisa barang ke supplier.

VERSI APLIKASI 1.10.0

Konsinyasi berarti barangnya dititipkan supplier ke konter untuk dijual, dan Anda membayarnya ke supplier setelah barangnya laku. Kalau ia tidak laku, ia bisa di-return ke suppliernya. Di KasGo Cell, konsinyasi dibuat lewat menu Pembelian — yaitu Purchase Order dengan tipe Konsinyasi — bukan langsung dari menu Konsinyasi.

Penting: menu Konsinyasi di beranda hanya untuk memonitor dan men-settlement — tidak ada tombol (+) untuk menambah konsinyasi langsung. Untuk membuat konsinyasi baru, gunakan menu Pembelian (Purchase Order) dengan memilih tipe Konsinyasi.

A. Halaman Konsinyasi

Halaman Konsinyasi — tiga penghitung PO Aktif, Perlu Settlement, dan Settlement; filter Semua / Perlu Settlement / Ada Sisa Barang
Saat masih kosong, layarnya sendiri menyebut cara membuatnya.
Halaman Konsinyasi — header oranye, stat card dengan 3 angka: 0 PO Aktif | 0 Perlu Settlement | 0 Settlement. Filter tabs: Semua (selected oranye), Perlu Settlement, Ada Sisa Barang, Sudah Lunas. Empty state: handshake icon + 'Belum ada konsinyasi aktif / Buat PO dengan tipe Konsinyasi di menu Pembelian'
Halaman Konsinyasi — hanya untuk memonitor dan men-settlement.

Stat cardnya:

PO AKTIF
Jumlah konsinyasi yang masih aktif.
PERLU SETTLEMENT
Konsinyasi yang barangnya sudah terjual, tetapi belum dibayarkan ke suppliernya.
SETTLEMENT
Jumlah settlement yang sudah dilakukan.

Filter tabnya:

Semua — Semua konsinyasinya; ini bawaannya.
Perlu Settlement — Yang harus segera dibayarkan ke suppliernya.
Ada Sisa Barang — Barang yang belum semuanya terjual.
Sudah Lunas — Yang sudah di-settle penuh, atau sudah di-return.

B. Buat Konsinyasi Baru

Form Buat Purchase Order — bagian SUPPLIER, TIPE PEMBELIAN dengan pilihan Beli Putus dan Konsinyasi, lalu ITEM PESANAN
Konsinyasi bukan menu tersendiri: ia tipe pembelian di form PO.
Konsinyasi dibuat dari Pembelian → Purchase Order → +, lalu pada Tipe Pembelian pilih Konsinyasi. Setelah barangnya diterima, PO itu muncul di menu Konsinyasi. Bedanya dengan Beli Putus: penerimaan konsinyasi tidak membuat hutang ke supplier — pembayarannya baru dihitung saat settlement, sesuai barang yang benar-benar terjual.

Karena ia dibuat lewat Purchase Order:

01
Dari Beranda, buka Pembelian (Purchase Order).
02
Ketuk (+) untuk PO baru.
03
Pilih Tipe PO berupa Konsinyasi, bukan Pembelian biasa.
04
Pilih Suppliernya, yaitu supplier yang menitipkan barangnya.
05
Tambahkan item produk yang dititipkan, beserta qty-nya dan harga beli konsinyasinya — yang akan dibayarkan ke supplier saat settlement.
06
Set tanggal mulainya, yaitu kapan ia diterima, dan tanggal akhir konsinyasinya bila ada.
07
Ketuk Simpan.

Setelah disimpan, stok produk konsinyasinya bertambah dan siap dijual di Kasir. Belum ada efek ke kasnya, karena Anda belum membayarnya ke supplier. Konsinyasinya muncul di list halaman Konsinyasi dengan status PO Aktif.

C. Penjualan Produk Konsinyasi

Menjual produk konsinyasi sama saja seperti produk biasa di Kasir. Stoknya berkurang otomatis tiap kali ia terjual. Di belakang layar, sistem men-track berapa qty konsinyasi yang sudah laku — angka itulah yang dipakai saat settlement.

Saat ada qty yang terjual, konsinyasi tersebut akan masuk ke tab Perlu Settlement di halaman Konsinyasi.

D. Settlement (Bayar ke Supplier)

Saat ada qty konsinyasi yang sudah terjual — atau saat jatuh temponya tiba — inilah waktunya settlement, yaitu membayar ke supplier sesuai qty yang sudah laku.

01
Buka Konsinyasi, lalu ketuk tab Perlu Settlement.
02
Ketuk konsinyasi yang mau di-settle.
03
Halaman Settlement Detail menampilkan:
  • Qty Awal yang dititipkan.
  • Qty Terjual, yang terhitung otomatis dari Kasir.
  • Qty Sisa.
  • Total yang Harus Dibayar, yaitu Qty Terjual dikali Harga Beli Konsinyasinya.
04
Pilih Sumber Kas-nya: Kas Tunai atau Bank.
05
Opsional: tambahkan catatan atau bukti transfernya.
06
Ketuk Bayar & Settlement.

Saldo kasnya berkurang sebesar totalnya, dan settlementnya tercatat di tab Settlement. Kalau masih ada barang tersisa di rak karena belum semuanya terjual, konsinyasinya tetap berada di tab Ada Sisa Barang untuk dimonitor.

E. Return Konsinyasi

Untuk barang konsinyasi yang tidak laku, kembalikan ia ke suppliernya sebagai return.

01
Buka Konsinyasi, lalu pilih konsinyasinya — biasanya dari tab Ada Sisa Barang.
02
Ketuk Return.
03
Di halaman Konsinyasi Return:
  • Pilih qty yang di-return per produknya.
  • Isi alasan returnnya: kondisinya rusak, tidak laku, expired, dan sebagainya.
  • Opsional: catatannya.
04
Ketuk Simpan Return.

Stok produknya berkurang, karena barang fisiknya dikembalikan ke supplier. Tidak ada pembayaran, karena barang yang di-return tidak masuk ke settlement.

F. Tips Konsinyasi

Cek tab Perlu Settlement secara rutin — Reputasi konter Anda di mata supplier itu penting — bayarlah tepat waktu saat ada qty yang terjual. Ceklah minimal mingguan.
Pisahkan rak konsinyasinya — Walaupun di sistem ia tercampur dengan stok yang Anda beli sendiri, memisahkan raknya secara fisik memudahkan audit qty sisanya saat settlement atau return.
Audit fisik terhadap sistem secara berkala — Hitung barang konsinyasi di rak, lalu bandingkan dengan qty sisa di sistemnya. Selisihnya harus bisa dijelaskan.
Negosiasikan margin yang adil — Konsinyasi biasanya bermargin tipis untuk konter, karena risikonya ada di supplier. Cobalah menegosiasikan pembelian langsung — PO Pembelian biasa — kalau produknya ternyata laku setelah masa konsinyasinya.
Return barang yang slow-moving — Daripada ia tersangkut di rak konter, kembalikan ke suppliernya — biarkan modal suppliernya yang berputar duluan.
SUDAH TERBANTU?
Ada bagian yang belum jelas? Tanyakan langsung, dibalas 09.00–21.00 WIB.
Tanya via WhatsApp