Konsinyasi berarti barangnya dititipkan supplier ke konter untuk dijual, dan Anda membayarnya ke supplier setelah barangnya laku. Kalau ia tidak laku, ia bisa di-return ke suppliernya. Di KasGo Cell, konsinyasi dibuat lewat menu Pembelian — yaitu Purchase Order dengan tipe Konsinyasi — bukan langsung dari menu Konsinyasi.
A. Halaman Konsinyasi


Stat cardnya:
Filter tabnya:
B. Buat Konsinyasi Baru

Karena ia dibuat lewat Purchase Order:
Setelah disimpan, stok produk konsinyasinya bertambah dan siap dijual di Kasir. Belum ada efek ke kasnya, karena Anda belum membayarnya ke supplier. Konsinyasinya muncul di list halaman Konsinyasi dengan status PO Aktif.
C. Penjualan Produk Konsinyasi
Menjual produk konsinyasi sama saja seperti produk biasa di Kasir. Stoknya berkurang otomatis tiap kali ia terjual. Di belakang layar, sistem men-track berapa qty konsinyasi yang sudah laku — angka itulah yang dipakai saat settlement.
Saat ada qty yang terjual, konsinyasi tersebut akan masuk ke tab Perlu Settlement di halaman Konsinyasi.
D. Settlement (Bayar ke Supplier)
Saat ada qty konsinyasi yang sudah terjual — atau saat jatuh temponya tiba — inilah waktunya settlement, yaitu membayar ke supplier sesuai qty yang sudah laku.
- Qty Awal yang dititipkan.
- Qty Terjual, yang terhitung otomatis dari Kasir.
- Qty Sisa.
- Total yang Harus Dibayar, yaitu Qty Terjual dikali Harga Beli Konsinyasinya.
Saldo kasnya berkurang sebesar totalnya, dan settlementnya tercatat di tab Settlement. Kalau masih ada barang tersisa di rak karena belum semuanya terjual, konsinyasinya tetap berada di tab Ada Sisa Barang untuk dimonitor.
E. Return Konsinyasi
Untuk barang konsinyasi yang tidak laku, kembalikan ia ke suppliernya sebagai return.
- Pilih qty yang di-return per produknya.
- Isi alasan returnnya: kondisinya rusak, tidak laku, expired, dan sebagainya.
- Opsional: catatannya.
Stok produknya berkurang, karena barang fisiknya dikembalikan ke supplier. Tidak ada pembayaran, karena barang yang di-return tidak masuk ke settlement.
