Purchase Order adalah dokumen pemesanan barang dari supplier. Fitur ini membantu menelusuri barang yang sudah dipesan dibanding yang sudah diterima, sehingga stoknya lebih rapi dan hutang ke supplier tercatat akurat.
A. Daftar Purchase Order
Diakses lewat menu Pembelian di home — label di hub tertulis Pembelian, sedangkan header halamannya Purchase Order.
Empat tab filter:
Kartu per PO memuat:

Ketuk tombol + di header untuk membuat PO baru.
B. Buat PO Baru
Ketuk tombol + di header untuk membuka halaman Buat Purchase Order, yang terdiri dari tiga bagian utama.
- Beli Putus (bawaan) — pembelian biasa; barangnya langsung menjadi stok kita.
- Konsinyasi — barang titip-jual dari supplier.
- Pilih produk dari daftar.
- Isi Quantity yang dipesan.
- Isi Harga Beli per unit; bawaannya diambil dari Harga Beli Terakhir produk.
- Pilih Satuan bila produknya multi-unit — rasio konversinya dihitung otomatis.
- Simpan Draft — menyimpan tanpa mengirim, sehingga masih bisa diubah.
- Submit PO — memfinalkan PO dan siap untuk Terima Barang.

B2. Detail PO & Aksi
Ketuk kartu PO dari daftar untuk membuka halaman Detail PO, yang menampilkan:

C. Terima Barang dari PO
Ketika barang datang dari supplier, buka PO terkait lalu ketuk tombol hijau Terima Barang. Anda masuk ke halaman Terima Barang bertema hijau.
- Nama produk dan harga per unit.
- Lencana oranye Sisa: X dari Y, yaitu jumlah yang belum diterima.
- Jumlah Diterima — boleh sebagian, boleh penuh.
- Harga Jual — terisi otomatis dari produk, dan bisa diubah.
- No. Batch — opsional, kode batch untuk penelusuran.
- Expired — opsional, pemilih tanggal kedaluwarsa.
- Lunas — membayar penuh ke supplier saat itu juga.
- Sebagian — membayar sebagian, sisanya menjadi hutang.
- Hutang — seluruhnya menjadi hutang ke supplier.

GR-YYYYMMDD-XXX bila No. Batch atau Expired diisi; bila pembayarannya Sebagian atau Hutang, hutang supplier dibuat otomatis dengan kode penerimaan tersebut; dan bila seluruh item PO sudah diterima penuh, status PO berubah menjadi Selesai.