A. Hub Menu Stok
Menu Stok di home berperan sebagai hub dengan tujuh sub-menu. Berikut gunanya masing-masing, beserta contoh kapan dipakai.
- Contoh: stok gula tercatat 8 padahal Anda merasa masih 12. Buka riwayatnya, dan terlihat ada penyesuaian −4 kemarin sore beralasan “rusak”.
- Rinciannya di bagian E.
- Contoh: Anda kulakan minyak goreng dua kali dengan harga berbeda. Di sini terlihat sisa batch lama berapa dan batch baru berapa, sehingga modal per penjualan tetap benar.
- Rinciannya di bagian F.
- Contoh: sebelum berangkat kulakan, buka halaman ini dan catat apa saja yang perlu ditambah, tanpa perlu keliling memeriksa rak.
- Rinciannya di bagian B.
- Contoh: Anda kulakan mendadak di pasar dan barangnya langsung dibawa pulang. Catat masuknya di sini, lengkap dengan harga belinya.
- Rinciannya di bagian C.
- Contoh: dua botol kecap pecah saat dipindahkan. Kurangi 2 dengan alasan “rusak”, supaya nilai persediaan Anda tidak lagi menghitung barang yang sudah tidak ada.
- Rinciannya di bagian D.
- Contoh: tiap akhir bulan Anda menyisir satu kategori. Yang meleset diperbaiki sekali jalan, dan nilai selisihnya terlihat dalam rupiah.
- Rinciannya di bagian F2.
- Contoh: Anda ingin tahu berapa rupiah uang yang sedang “tertidur” jadi barang di rak, atau butuh lampiran daftar stok untuk pengajuan pinjaman.
- Rinciannya di bagian G.

B. Stok Menipis
Halaman bertema merah untuk memantau produk yang stoknya perlu ditambah.
- Semua (N) — gabungan yang menipis dan yang habis.
- Menipis (N) — stoknya di bawah atau sama dengan batas minimum, tetapi masih ada. Ditandai kuning.
- Habis (N) — stoknya nol.

C. Tambah Stok
Untuk mencatat stok masuk dari supplier atau penambahan manual. Bertema hijau.
- Informasi Produk — Stok Saat Ini dan Harga Beli Terakhir, keduanya hanya dapat dibaca.
- Detail Stok — Jumlah * yang masuk, Satuan bila produknya multi-unit, dan Harga Beli * yang sudah terisi dari harga beli terakhir.
- Informasi Batch — opsional: Nomor Batch, Tanggal Expired, Informasi Supplier, dan Catatan.

D. Penyesuaian Stok
Untuk mengoreksi stok yang tidak berkaitan dengan transaksi penjualan. Bertema oranye, dan bisa dipakai untuk mengurangi maupun menambah.
- Informasi Produk — Stok Total dan Tipe Produk: Standard, Varian, atau Multi-Unit.
- Pilih Batch * — muncul bila produknya ditelusuri per batch, berisi daftar batch tersedia beserta Stok batch: X.
- Tipe Penyesuaian * — Kurang yang menjadi bawaan dan berwarna merah, atau Tambah.
- Jumlah * — banyaknya penyesuaian.
- Alasan Penyesuaian * — dipilih dari daftar: Barang Rusak, Hilang, Stok Opname, Expired, dan lainnya.
- Catatan — opsional.

E. Riwayat Stok
Jejak audit seluruh perubahan stok. Bertema biru.
- Chip tipenya: MASUK hijau atau KELUAR merah.
- Tanggal dan waktu.
- Chip Batch #N bila produknya ditelusuri per batch.
- Nama produk beserta variannya bila ada.
- Stok sebelum dan sesudahnya.
- Rujukannya, misalnya TRX-XXXX [#XXX] untuk transaksi penjualan, atau keterangan lain.
- Besar perubahannya dengan tanda tambah atau kurang, beserta satuannya.

F. Daftar Batch (FIFO)
Bertema ungu. Dipakai untuk mengaudit batch per produk dan memastikan urutan FIFO-nya benar.
- Kartu ringkasan — Total Stok dan Jumlah Batch.
- Daftar Batch tersusun dalam urutan FIFO, yang paling dekat kedaluwarsa berada di atas.
- Tiap kartu batch memuat Kode Batch — misalnya Batch #86 atau REFUND-940 — beserta chip statusnya: Aman, Mendekati Expired, atau Expired.
- Stok Sisa beserta persentasenya dari stok awal.
- Tanggal Expired, atau Tidak ada.
- Harga Beli per satuan.
- Supplier, bila diisi.
- Diterima — tanggal batch itu masuk.


F2. Stok Opname
Fungsinya: menghitung ulang barang yang benar-benar ada di rak, lalu mencocokkannya dengan catatan aplikasi. Selisihnya diperbaiki sekali jalan.
Langkah 1 — membuat sesi.
- Semua Produk — seluruh isi toko. Paling lengkap, tapi paling lama.
- Per Kategori — satu kategori saja, misalnya hanya Minuman.
- Pilih Produk — Anda tentukan sendiri; bisa dipilih manual atau ditembak barcode-nya satu per satu.
- Hitung Per Batch — tiap batch dihitung terpisah. Nyalakan untuk barang bertanggal kedaluwarsa, supaya ketahuan batch mana yang berkurang.
- Hitung Buta (Blind Count) — jumlah menurut sistem disembunyikan saat menghitung, jadi petugas tidak tergoda menyamakan angka. Hasilnya lebih jujur.

Langkah 2 — menghitung.
Langkah 3 — meninjau dan menyetujui.

G. Daftar Stok (Valuasi Inventori)
Bertema teal. Tampilan inventori lengkap untuk keperluan valuasi dan ekspor ke Excel.
Kartu ringkasannya:
.xlsx.
