Memesan barang ke supplier, menerima barang (penuh atau sebagian), membayar lunas / sebagian / hutang, dan hasilnya pada stok serta hutang supplier.
VERSI APLIKASI 1.0.0
Purchase Order (PO) mencatat pembelian dari supplier — barang jadi maupun bahan baku. Stok baru bertambah saat barang diterima, lengkap dengan harga modal per batch, dan sisa pembayaran otomatis menjadi hutang ke supplier. Contoh di halaman ini: Bloomy Bucket memesan boneka, lampu, buket snack, dan buket artificial ke Grosir Kado Ceria.
Buka lewat Beranda → Pembelian. Bahan baku (mawar, kertas, pita) juga bisa dipesan lewat PO — lihat bagian F.
Beli Putus: barang jadi milik toko saat diterima.Pilih supplier, atau tambah supplier baru langsung dari sini.Harga beli terisi dari data produk; ubah bila harga supplier berbeda.Produk bervarian: pilih variannya dulu, satu baris per varian.PO siap dikirim — total Rp2.070.000.
01
Ketuk +, lalu Pilih Supplier.
02
Ketuk Tambah Item. Di daftar produk, ketuk sebuah produk, isi Harga Beli dan Jumlah, lalu Tambah Item. Daftar tetap terbuka supaya Anda bisa memilih produk berikutnya.
03
Untuk produk bervarian, ketuk produknya lagi untuk setiap varian (Merah, Pink, Putih).
04
Ketuk tombol bawah Tambah N Item untuk kembali ke form.
05
Periksa total, lalu ketuk Submit PO. Simpan Draft menyimpan PO tanpa mengirimnya.
Produk satuan grosir bisa dibeli per ikat — stok tetap bertambah dalam tangkai.
Untuk produk dengan satuan grosir, pilih Satuan di lembar item. Contoh: 10 ikat mawar dari Kebun Bunga Bandungan @ Rp45.000 = Rp450.000; setelah diterima, stok Mawar Merah Satuan bertambah 100 tangkai.
Jangan memasukkan produk ber-RESEP (buket yang dirangkai sendiri) ke PO. Stok produk resep selalu dihitung dari bahan bakunya — yang dibeli adalah bahannya, lewat tab Bahan Baku (bagian F).
C. Terima Barang
PO berstatus Pending sampai barang diterima.Jumlah terisi penuh; ubah bila barang datang kurang. Harga jual bisa diperbarui sekaligus.
01
Buka PO dari daftar, ketuk Terima Barang.
02
Cocokkan jumlah dengan barang yang datang. Bila kurang, ubah angkanya — PO akan berstatus Partial dan sisanya bisa diterima nanti.
03
Bila perlu, perbarui Harga Modal / Harga Jual, isi No. Batch dan tanggal Expired (misalnya untuk buket snack coklat). Baris berlabel BAHAN BAKU cukup diisi jumlah dan Harga Modal.
04
Ketuk Lanjut ke Pembayaran.
Ongkir dan biaya nota dibagi ke harga modal barang supaya HPP akurat.
D. Pembayaran ke Supplier
Bayar sebagian sekarang; sisanya otomatis tercatat sebagai hutang.
LunasDibayar penuh saat barang diterima.
SebagianBayar sebagian (uang muka); sisanya menjadi hutang supplier.
HutangBelum dibayar sama sekali — dibayar nanti dari halaman Supplier.
Bayar dengan — Cash atau Transfer Bank.
Sumber Dana — Laci Kasir memotong uang di laci shift yang sedang buka; Di Luar Laci untuk uang dari rekening atau dompet pemilik.
Ringkasan terakhir sebelum stok dan pembayaran dicatat permanen.
Tekan Terima Penuh sekali saja. Setelah ditekan, tombolnya nonaktif supaya stok tidak tercatat dua kali.
E. Hasilnya
PO selesai — setiap baris menunjukkan jumlah yang diterima.Sisa pembayaran muncul sebagai hutang di kartu supplier.
STOK BERTAMBAH
Boneka Wisuda 20, Lampu Tumblr LED 30, Buket Snack Coklat 10, Buket Artificial Mawar 15 (5 per warna).
HUTANG SUPPLIER
Rp2.070.000 − Rp1.000.000 = Rp1.070.000 ke Grosir Kado Ceria.
Setiap penerimaan membuat batch baru dengan harga modalnya sendiri. Saat dijual, stok diambil dari batch terlama lebih dulu (FIFO), sehingga laba di laporan memakai modal yang sebenarnya.
F. Pesan Bahan Baku lewat PO
Bahan baku bisa dipesan ke supplier lewat PO yang sama dengan produk jual — satu PO boleh berisi keduanya. Harga beli dan jumlah bahan ditulis dalam satuan bahan (tangkai, lembar, meter), sama seperti di Produk → Bahan Baku. Contoh: Bloomy Bucket memesan 100 tangkai Mawar Merah @ Rp4.000 ke Kebun Bunga Bandungan.
01
Di form Buat Purchase Order, pilih supplier lalu ketuk Tambah Item.
02
Di atas daftar, pilih tab Bahan Baku. Setiap bahan menampilkan harga beli sekarang per satuan, label BAHAN BAKU, dan sisa stok — angka stok berwarna merah bila sudah di bawah stok minimum.
03
Ketuk bahannya. Isi Harga Beli / satuan (terisi dari harga beli bahan saat ini) dan Jumlah, lalu ketuk Tambah Item. Bahan tidak punya pilihan varian atau satuan.
04
Ketuk Tambah N Item, lalu Submit PO seperti biasa.
Tab Bahan Baku di sebelah Produk Jual.Harga dan jumlah dalam satuan bahan — tanpa pilihan varian atau satuan.Satu PO boleh berisi produk jual dan bahan baku.
Saat barang datang, terima PO seperti bagian C. Baris bahan hanya meminta jumlah dan Harga Modal — tidak ada Harga Jual, No. Batch, Expired, atau nomor seri. Setelah penerimaan disimpan:
Baris bahan hanya meminta jumlah dan harga modal.
Stok bahanBertambah sebanyak jumlah yang diterima.
Riwayat bahanTercatat sebagai Bahan Masuk dengan keterangan Pembelian: PO-…. Nilai rupiahnya memakai harga modal penerimaan, termasuk bagian ongkir yang dibebankan ke barang.
Harga beli bahanDiperbarui mengikuti Pengaturan → Pengaturan Bisnis → Metode Update Harga Beli, sama seperti produk (lihat tabel di bawah).
HPP & porsi resepSemua produk ber-resep yang memakai bahan itu dihitung ulang: porsi yang bisa dibuat naik, dan HPP resep mengikuti harga bahan terbaru.
PembayaranSama seperti produk — Lunas, Sebagian, atau Hutang ke supplier.
ManualHarga beli bahan tidak berubah.
Harga TerakhirHarga beli bahan diganti harga penerimaan ini.
Rata-rata Tertimbang(stok lama × harga lama + jumlah masuk × harga masuk) ÷ total stok. Contoh: 335 tangkai @ Rp4.500 + 40 tangkai @ Rp4.000 → sekitar Rp4.447 per tangkai.
FIFOBahan tidak punya batch, jadi untuk bahan baku FIFO dihitung sebagai Rata-rata Tertimbang (rumus di atas). Produk jual tetap memakai FIFO per batch.
Di layar Terima Barang, baris bahan menampilkan harga beli bahan setelah penerimaan beserta metodenya, misalnya Harga beli bahan jadi Rp4.447/tangkai · Rata-rata Tertimbang.
Metode toko FIFO: 365 tangkai @ Rp4.447 + 10 tangkai @ Rp5.000 → harga bahan jadi sekitar Rp4.461.
Konsinyasi tidak bisa berisi bahan baku. Konsinyasi dibayar dari barang yang laku, sedangkan bahan baku tidak pernah dijual langsung. Tab Bahan Baku tidak muncul saat membuat konsinyasi, dan konsinyasi berisi bahan akan ditolak saat disimpan. Pesan bahan lewat Purchase Order (Beli Putus).
Saat membuat konsinyasi, tab Bahan Baku tidak muncul.
Retur bahan ke supplier. Bahan yang rusak atau kelebihan bisa dikembalikan lewat form retur yang sama dengan produk jual.
01
Buka PO, lalu di Riwayat Penerimaan ketuk nota penerimaannya (misalnya GR-…). Form Koreksi / Retur Penerimaan terbuka.
02
Baris bahan tampil dengan label BAHAN BAKU, satuannya, dan stok bahan sekarang. Isi Qty Retur — boleh desimal, misalnya 2,5 meter. Batasnya: jumlah yang diterima di penerimaan itu dikurangi yang sudah pernah diretur.
03
Ketuk Proses Retur, periksa ringkasannya, lalu konfirmasi.
Contoh: 10 tangkai Mawar Merah yang rusak dikembalikan dari penerimaan yang masih hutang.Ringkasan sebelum retur diproses. Nota yang masih hutang: hutangnya berkurang.
Stok bahanBerkurang sebanyak jumlah retur. Bila stok bahan sekarang lebih kecil dari jumlah retur (bahannya sudah terpakai), retur ditolak — kurangi jumlahnya dulu.
Riwayat bahanTercatat sebagai Retur Supplier dengan keterangan Retur ke supplier: RET-….
Hutang & uang kembaliNilai retur = jumlah × harga di nota penerimaan, sama seperti produk. Hutang ke supplier berkurang sebesar nilai itu; bila nota sudah lunas atau retur melebihi sisa hutang, selisihnya tercatat sebagai uang kembali dari supplier.
Harga beli bahanTidak berubah oleh retur. Porsi resep yang memakai bahan itu dihitung ulang.
SUDAH TERBANTU?
Ada bagian yang belum jelas? Tanyakan langsung, dibalas 09.00–21.00 WIB.