Laporan keuangan menjawab untung atau rugi, seberapa besar marginnya, dan ke mana uang mengalir. Laba dihitung dari penjualan dikurangi modal barang (HPP) dan pengeluaran; arus kas menghitung uang yang benar-benar masuk dan keluar.
Laba Rugi (P&L)
Menjawab pertanyaan: dalam periode ini usaha kamu untung atau rugi, dan berapa besarnya. Penjualan dikurangi diskon, modal barang yang terjual (HPP), dan pengeluaran, sampai ketemu laba bersih.

- Buka setiap akhir bulan untuk tahu hasil usaha yang sebenarnya, bukan cuma omzet. Omzet buket Rp20 juta belum tentu untung kalau modal bunga dan sewa kios ikut besar.
- Kalau Margin Kotor sehat tapi Margin Bersih tipis, yang perlu ditekan biasanya pengeluaran, bukan harga jual.
- Pajak, biaya tambahan, dan ongkir hanya ditampilkan sebagai informasi dan tidak menambah laba.
Laba Rugi Bulanan
Membandingkan penjualan, profit kotor, dan profit bersih dari bulan ke bulan untuk 6, 12, atau 24 bulan terakhir, supaya naik-turunnya usaha terlihat jelas.

- Bandingkan bulan yang sama antar tahun, misalnya Februari saat Valentine atau musim wisuda, untuk tahu apakah usaha tumbuh.
- Kalau batang Penjualan naik tapi Profit Bersih tidak ikut naik, cek apakah harga beli atau pengeluaran ikut membengkak.
- Ringkasan di atas adalah jumlah semua bulan yang dipilih. Rincian tiap bulan ada di kartu bawah, dimulai dari bulan terbaru.
Margin Produk
Menunjukkan produk mana yang paling menguntungkan: berapa untung dan berapa persen margin tiap produk yang terjual pada periode ini.

- Top 10 Margin Tertinggi menunjukkan produk yang paling layak dipromosikan; Top 10 Profit Terbesar menunjukkan produk yang paling banyak menyumbang uang.
- Produk bermargin kecil tapi laku keras, misalnya buket mawar standar, tetap penting. Produk bermargin minus perlu dicek harga jual atau harga belinya.
- Pastikan harga beli produk terisi. Kalau kosong, HPP dianggap nol dan marginnya terlihat terlalu besar.
Profit Per Transaksi
Melihat untung dari setiap nota: berapa penjualan, modal (HPP), dan profit tiap transaksi pada periode ini.

- Urutkan dengan Profit Terendah untuk menemukan nota yang rugi, misalnya karena diskon terlalu besar atau harga beli produk belum diperbarui.
- Ketuk salah satu nota untuk membuka detail transaksinya.
- Nota bertanda REFUND tampil dengan angka minus supaya total periode tetap benar.
Arus Kas
Mencatat uang yang benar-benar masuk dan keluar menurut tanggal uangnya diterima atau dibayarkan (cash basis) — bukan menurut tanggal penjualan.

- Buka setiap akhir minggu untuk memastikan uang cukup untuk belanja bunga dan membayar supplier.
- Laba bisa positif sementara arus kas defisit — misalnya saat banyak penjualan bon atau baru belanja stok besar.
- Arus Kas Bersih sama dengan perubahan Saldo Toko pada periode yang sama.
Pengeluaran Per Periode
Menunjukkan berapa biaya usaha yang dikeluarkan setiap hari dalam periode yang dipilih, beserta trennya.

- Cari lonjakan di grafik, lalu cek penyebabnya, misalnya belanja bunga besar menjelang hari raya.
- Grafik baru muncul kalau ada minimal 2 hari yang berisi pengeluaran; pilih periode lebih panjang bila perlu.
- Untuk tahu pengeluaran terbesar ada di pos apa, lanjutkan ke Laporan Pengeluaran Per Kategori.
Pengeluaran Per Kategori
Menjawab pertanyaan: biaya usaha paling banyak habis untuk apa? Pengeluaran dikelompokkan per kategori beserta persentasenya.

- Fokuskan penghematan pada satu atau dua kategori teratas, misalnya sewa kios atau ongkos kirim.
- Kategori Kerugian Stok berisi nilai modal barang yang rusak, hilang, atau layu yang dicatat lewat Penyesuaian Stok. Kalau angkanya besar, cek cara penyimpanan atau jumlah belanja stok.
- Pilih kategori yang tepat setiap mencatat pengeluaran supaya pembagian ini akurat.
