KasgoPANDUAN KASGO CRAFT
Laporan Stok & Bahan
Panduan KasGo Craft/Laporan/Laporan Stok & Bahan

Laporan Stok & Bahan

Status stok, batch kedaluwarsa, pemakaian bahan baku, dan HPP & margin resep.

VERSI APLIKASI 1.0.0

Laporan inventory memantau nilai dan kondisi stok — termasuk bahan baku dan produk ber-resep seperti buket bunga segar.

Status Stok

Gambaran stok saat ini: berapa produk yang aman, menipis, atau habis, dan berapa nilai barang yang sedang tersimpan. Laporan ini tidak memakai rentang tanggal.

Status Stok: 9 produk, 8 stok aman, 1 item menipis, 0 habis; nilai inventory HPP Rp2.334.000, nilai inventory jual Rp4.530.000, potensi profit Rp2.196.000
Stok AmanProduk aktif yang stoknya di atas batas minimum. Produk bervarian dihitung satu produk: aman kalau total stok varian aktifnya di atas batas minimum produk dan tidak ada varian yang habis atau di bawah batas minimumnya sendiri.
Stok MenipisProduk yang stoknya masih ada tetapi sudah sama dengan atau di bawah batas minimum. Produk bervarian juga masuk Menipis kalau ada variannya yang habis atau di bawah batas minimum varian itu, walau varian lain masih banyak; nama variannya tertulis di daftar.
Stok HabisProduk yang stoknya nol atau kurang. Produk bervarian baru dihitung Habis kalau semua variannya habis.
Tidak Tracking StokProduk aktif yang stoknya tidak dihitung, misalnya jasa. Tetap masuk Total Produk.
Nilai Inventory HPPNilai stok milik sendiri menurut harga beli saat barang dibeli (per batch). Stok konsinyasi (titip jual) tidak termasuk.
Nilai Inventory JualNilai stok milik sendiri bila dijual dengan harga jual saat ini.
Potensi Profit dari InventoryNilai Inventory Jual dikurangi Nilai Inventory HPP: perkiraan untung kalau semua stok milik sendiri laku dengan harga normal.
Kapan dipakai —
  • Buka setiap pagi sebelum toko buka untuk melihat daftar Restock! dan Habis!, supaya bunga atau bahan favorit tidak kosong saat ramai.
  • Atur batas minimum stok di data produk supaya status Menipis muncul tepat waktu.
  • Stok produk ber-resep adalah porsi yang masih bisa dibuat dari bahan baku, jadi yang perlu di-restock adalah bahannya.
Semua status dihitung per produk aktif (satu produk bervarian dihitung satu). Produk nonaktif dan Paket tidak dihitung. Karena itu Total Produk = Stok Aman + Stok Menipis + Stok Habis + Tidak Tracking Stok.

Batch Expired/Mendekati Expired

Menunjukkan batch stok yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa atau akan kedaluwarsa dalam 30 hari ke depan, beserta nilai modalnya.

Batch Expired/Mendekati Expired: filter kategori, 0 batch mendekati expired dan 0 batch sudah expired (nilai Rp0), pesan semua batch masih aman
Mendekati ExpiredJumlah batch yang tanggal expired-nya jatuh antara hari ini dan 30 hari ke depan.
Sudah ExpiredJumlah batch yang tanggal expired-nya sudah lewat tetapi masih ada sisa stoknya.
NilaiSisa jumlah batch × harga beli batch tersebut: modal yang terancam hilang kalau barangnya tidak terjual.
StokSisa jumlah barang di batch itu. Hanya batch yang tanggal expired-nya diisi dan masih ada stoknya yang tampil.
Kapan dipakai —
  • Cek seminggu sekali. Batch yang mendekati expired sebaiknya dijual lebih dulu atau dijadikan promo.
  • Pakai filter kategori untuk fokus pada kelompok produk tertentu, misalnya cokelat atau bunga potong.
  • Barang expired yang dibuang, catat lewat Penyesuaian Stok (pengurangan) dan pilih untuk mencatatnya sebagai Kerugian Stok, supaya stok dan laba ikut benar.

Pemakaian Bahan Baku

Menunjukkan bahan baku apa saja yang terpakai dan berapa nilainya pada periode ini, beserta semua catatan bahan masuk dan keluar.

Pemakaian Bahan Baku 30 Hari: bahan terpakai Rp401.100, bahan masuk Rp3.565.000, 36 mutasi; per bahan: Baby Breath 63 tangkai Rp189.000 (47%), Mawar Merah 25 tangkai Rp112.500 (28%), Kertas Wrapping Korea 12 lembar Rp42.000, Mawar Putih 8 tangkai Rp40.000
Baby Breath menyerap hampir separuh biaya bahan.
Bahan TerpakaiNilai bahan yang keluar untuk produksi (saat produk ber-resep terjual) dan penyesuaian keluar, dikurangi bahan yang kembali karena penjualannya direfund.
Bahan MasukNilai bahan yang masuk dari restock atau stok awal, ditambah penyesuaian yang menaikkan stok.
MutasiJumlah semua catatan pergerakan bahan pada periode ini: Masuk, Produksi, Retur, dan Penyesuaian.
Per BahanPemakaian bersih tiap bahan: jumlah, harga rata-rata per satuan, nilai, dan persentasenya terhadap total Bahan Terpakai.
Kapan dipakai —
  • Semua nilai memakai harga beli bahan saat mutasi terjadi, jadi perubahan harga bahan belakangan tidak mengubah angka lama.
  • Lihat tab Per Bahan untuk tahu bahan yang paling banyak menyedot modal, misalnya mawar merah atau kertas buket.
  • Kalau stok bahan terasa tidak cocok, buka tab Mutasi: setiap pergerakan tercatat lengkap dengan jam dan referensinya.

HPP & Margin Resep

Menghitung modal (HPP) per porsi setiap produk ber-resep dari harga bahan baku, lalu membandingkannya dengan harga jual untuk melihat untung per porsi dan untung selama periode.

HPP & Margin Resep 30 Hari: 6 porsi diproduksi, margin periode Rp256.400, rata-rata margin 41%; Buket Mawar Mix 20 Tangkai HPP per porsi Rp142.500, harga jual Rp275.000, margin Rp132.500 (48%); Buket Mawar Merah 10 Tangkai HPP Rp80.250, harga jual Rp150.000
HPP per porsiJumlah dari pemakaian tiap bahan × harga beli bahan saat ini, ditambah biaya tambahan resep bila ada (nominal tetap atau persen dari biaya bahan).
Harga jualHarga jual produk yang tersimpan saat ini.
Margin per porsiHarga jual dikurangi HPP per porsi. Kalau minus, tampil sebagai Rugi per porsi.
Porsi DiproduksiJumlah porsi yang terjual pada periode ini, sudah dikurangi refund.
Margin PeriodeMargin per porsi × porsi terjual, dijumlahkan untuk semua resep.
Rata-rata MarginRata-rata biasa dari persen margin semua resep, termasuk resep yang belum terjual.
Kapan dipakai —
  • Harga bahan naik, misalnya mawar menjelang Valentine? Buka laporan ini untuk melihat resep yang marginnya menyusut, lalu sesuaikan harga jual.
  • Resep berbingkai merah berarti HPP lebih mahal dari harga jual. Ketuk kartunya untuk membuka resep dan memperbaiki komposisi atau harganya.
  • Urutkan dengan Margin %, Porsi, atau HPP untuk melihat resep dari sudut yang berbeda.
Margin di sini memakai harga bahan dan harga jual SAAT INI, bukan harga ketika transaksi terjadi, dan tidak memperhitungkan diskon. Jadi Margin Periode bisa berbeda dari laba di Laporan Laba Rugi.
SUDAH TERBANTU?
Ada bagian yang belum jelas? Tanyakan langsung, dibalas 09.00–21.00 WIB.
Tanya via WhatsApp