Menu & Bahan โ†’ Bahan Baku & Resep

Bahan Baku & Resep

Inventori bahan baku, resep per menu, dan auto-deduct stok.

4. Bahan Baku & Resep โญ

Bahan Baku = inventory bahan mentah yang dipakai untuk membuat menu. Dengan menghubungkannya ke Resep per produk, sistem otomatis kurangi stok bahan saat menu terjual โ€” akurat untuk tracking HPP/COGS.

Contoh: 1 porsi Nasi Goreng โ†’ kurangi 100g beras, 20ml minyak, 1 butir telor. Otomatis.

โญ Konsep Penting โ€” 2 Jenis Bahan:

  • Bahan Mentah โ€” bahan yang dibeli langsung (tepung, gula, garam, daging). Punya stok & harga modal sendiri.
  • Bahan Olahan โ€” bahan yang Anda racik/masak sendiri dari beberapa Bahan Mentah lain (adonan, bumbu racikan, saus). HPP-nya auto-hitung dari resep sub-bahannya, jadi tidak perlu input modal manual.

Bahan Olahan ini fitur baru โ€” sangat membantu warung yang punya bumbu/saus signature yang dipakai di banyak menu.

A. Hub Bahan Baku

Menu utama Bahan Baku bukan langsung daftar โ€” tapi hub dengan 5 sub-menu:

Sub-menuFungsi
Daftar Bahan BakuTambah/edit/hapus Bahan Mentah & Bahan Olahan
Kategori BahanGroup bahan untuk organisasi (Sayur, Bumbu, Daging, dll)
Riwayat Stok BahanAudit trail semua perubahan stok bahan
Bahan MenipisBahan yang stok โ‰ค stok minimum (perlu restok)
Bahan HabisBahan yang stok = 0
Hub Bahan Baku dengan 5 sub-menu: Daftar Bahan Baku, Kategori Bahan, Riwayat Stok Bahan, Bahan Menipis, Bahan Habis
Hub Bahan Baku

B. Tambah Bahan Mentah

Bahan Mentah = bahan yang dibeli ke supplier dan punya stok fisik di gudang. Form-nya minta info modal & stok.

  1. Hub Bahan Baku โ†’ Daftar Bahan Baku
  2. Tap + di header (atau "+ Tambah Bahan Baku" di empty state)
  3. Halaman Tambah Bahan terbuka, isi:
    • Foto Bahan (opsional)
    • Informasi Dasar: Nama Bahan *, Barcode (opsional, bisa scan)
    • Jenis Bahan: pilih chip Bahan Mentah (default)
    • Stok & Harga โ€” pilih cara input:
      • Per Pembelian โ€” input total harga sekali beli + jumlah + satuan (sistem auto-hitung harga per satuan terkecil)
      • Per Satuan โ€” input langsung harga per satuan (misal Rp 12 / gram)
    • Stok Awal *: jumlah saat ini (mendukung desimal)
    • Stok Minimum (Alert): default 1 โ€” notifikasi muncul jika stok di bawah angka ini
    • Kategori (opsional)
    • Deskripsi (opsional)
  4. Tap + Simpan Bahan

Pilih cara input yang sesuai dengan invoice supplier:

Form Bahan Mentah Per Pembelian: Harga Sekali Beli, Jumlah Sekali Beli (1 kg default), Stok Awal, Stok Minimum
Per Pembelian โ€” auto-hitung harga per satuan
Form Bahan Mentah Per Satuan: Stok Awal + Satuan, Harga per pcs, Stok Minimum
Per Satuan โ€” langsung harga per gram/ml/pcs

๐Ÿ’ก Tips Satuan:

  • Pakai satuan terkecil yang relevan (gram, ml, pcs) supaya resep akurat
  • Konsisten โ€” kalau Beras pakai gram, semua resep yang pakai beras harus pakai gram
  • Beli sekarung (25 kg)? Input "Per Pembelian" Rp 300.000 / 25.000 g โ€” sistem akan hitung Rp 12/g otomatis

C. Tambah Bahan Olahan โญ (fitur baru)

Bahan Olahan adalah bahan yang Anda racik atau masak sendiri dari beberapa Bahan Mentah lain. Bedanya dengan Bahan Mentah:

AspekBahan MentahBahan Olahan
SumberBeli ke supplierDiracik dari bahan lain
Harga modalInput manual (Rp/satuan)Auto-hitung dari resep sub-bahan
StokStok fisik di gudangHasil produksi (per batch โ†’ porsi)
ContohTepung, gula, daging, garamAdonan bakso, sambal, bumbu nasi goreng, saus

Cara Setup:

  1. Tambah Bahan โ†’ di section Jenis Bahan, tap chip Bahan Olahan
  2. Section "Stok & Harga" akan hilang, diganti section Hasil per Batch:
    • Hasil per Batch *: berapa porsi yang dihasilkan dari 1 kali masak/racik (default 1)
    • Satuan: porsi (default), atau ganti jadi gram/ml sesuai konteks
  3. Banner kuning muncul: "Simpan dulu Bahan Olahan ini, baru bisa atur resepnya."
  4. Isi Kategori & Deskripsi (opsional) โ†’ tap + Simpan Bahan
  5. Setelah tersimpan, buka detail bahan olahan โ†’ atur Resep Sub-Bahan (Bahan Mentah apa saja yang dipakai untuk 1 batch)
  6. Selesai โ€” sistem auto-hitung HPP per porsi olahan
Form Bahan Olahan dengan chip Bahan Olahan selected, hint Bahan Olahan terdiri dari beberapa bahan lain (adonan, bumbu, racikan), section Hasil per Batch
Mode Bahan Olahan โ€” Hasil per Batch ganti Stok & Harga
Form Bahan Olahan bagian bawah dengan banner kuning Simpan dulu Bahan Olahan ini, baru bisa atur resepnya, lalu Kategori dan Deskripsi
Banner reminder: simpan dulu, atur resep belakangan

๐Ÿ“ฆ Use case nyata:

"Bumbu Nasi Goreng Spesial" = Bahan Olahan, Hasil per Batch: 20 porsi.

Resep sub-bahannya: 200g bawang merah + 100g cabai + 50ml minyak + 50g bumbu rahasia. Sistem hitung total modal batch lalu bagi 20 โ†’ modal per porsi bumbu. Saat dipakai di resep menu Nasi Goreng (1 porsi bumbu per piring), HPP menu otomatis include modal bumbu ini. Praktis kalau bumbu ini dipakai di 5 menu berbeda โ€” Anda cuma update 1 tempat.

D. Setup Resep di Produk

Resep menentukan berapa bahan yang dipakai per produk. Setelah disetel, stok bahan auto-berkurang saat menu terjual.

  1. Buka Detail Produk (dari Daftar Produk โ†’ tap card)
  2. Scroll ke section Bahan Baku โ†’ tap tombol ๐Ÿ”ง Kelola (hijau)
  3. Halaman Resep terbuka dengan card Ringkasan Biaya di atas (HPP / Harga Jual / Margin)
  4. Tap + Tambah Resep (atau ikon + di header)
Detail Produk MIE GAHAR dengan section Bahan Baku menampilkan empty state dan tombol Kelola hijau, dan section Modifier/Add-on dengan Kelola ungu
Detail Produk โ€” section Bahan Baku dengan Kelola

2 mode input resep:

Tambah Resep mode Per Porsi: chip Per Porsi selected dengan hint Input bahan langsung untuk 1 porsi
Per Porsi โ€” input bahan langsung untuk 1 porsi
Tambah Resep mode Per Batch dengan field Hasil per Batch (1 porsi default), hint 1 batch resep menghasilkan berapa porsi
Per Batch โ€” input total bahan untuk 1 batch, sistem bagi otomatis

Tap + Tambah di section Bahan-bahan โ†’ halaman Pilih Bahan dengan 2 tab:

  • Bahan Mentah (count) โ€” pilih dari Bahan Mentah yang sudah ada
  • Bahan Olahan (count) โ€” pilih dari Bahan Olahan (bumbu/saus racikan)
Halaman Pilih Bahan dengan 2 tab Bahan Mentah (0) dan Bahan Olahan (0), search Cari bahan, empty state
Pilih Bahan โ€” bisa campur Mentah & Olahan dalam 1 resep

Setelah pilih bahan, input qty pemakaian dalam satuan bahan tersebut. Lalu tap Simpan di header.

Contoh resep "Mie Gahar" (Per Porsi):

BahanJenisQtySatuan
Mie TelurMentah100gram
Bumbu Mie GaharOlahan1porsi
Daging CincangMentah50gram
Sayuran SawiMentah30gram
Telur AyamMentah1butir

๐Ÿ“ Resep per Varian:

Produk yang punya varian bisa punya resep berbeda per varian. Contoh: Kopi Espresso pakai 15g kopi bubuk, Cappuccino pakai 15g kopi + 100ml susu. Buka detail produk โ†’ Kelola Bahan Baku โ†’ pilih varian dulu sebelum tambah bahan.

E. Auto-Deduct Bahan Saat Transaksi

Saat customer checkout menu yang punya resep:

  1. Sistem cek apakah semua bahan dalam resep cukup stoknya
  2. Kalau kurang, muncul warning โ€” Anda bisa paksa proses (overdraw stok bahan) atau batal
  3. Kalau cukup, transaksi diproses dan stok bahan auto-berkurang sesuai resep ร— qty
  4. Bahan Olahan yang dipakai โ†’ stok Olahan-nya yang turun (sub-bahan Mentah-nya tidak ikut turun saat itu)
  5. Pergerakan stok tercatat di Riwayat Stok Bahan untuk audit

๐Ÿ”„ Kapan stok Bahan Mentah turun untuk Olahan?

Stok Bahan Mentah di-deduct saat Anda produksi/restok Bahan Olahan (bukan saat menu jual). Misal: produksi 1 batch "Bumbu Nasi Goreng" (20 porsi) โ†’ stok bawang/cabai/minyak turun saat itu, lalu stok Olahan +20 porsi. Saat menu Nasi Goreng terjual โ†’ stok Olahan turun 1 porsi. Ini meniru flow dapur sungguhan: bumbu di-prep dulu, baru dipakai untuk masak.

F. Restok & Sesuaikan Stok

Setiap bahan punya halaman Detail Bahan. Akses dari Daftar Bahan Baku โ†’ tap card bahan. Di sana ada 2 aksi stok yang berbeda fungsi:

Detail Bahan TepungTerigu dengan Informasi Stok (25000 g = 25 kg, Stok Minimum 1 g), tombol + Restok hijau dan Sesuaikan, Informasi Harga (Harga per g Rp 300, Nilai Inventaris Rp 7.500.000), Riwayat Stok Terakhir empty
Detail Bahan โ€” Informasi Stok, Informasi Harga, Riwayat Stok Terakhir

1. Restok (+ Restok)

Untuk menambah stok setelah belanja. Sistem akan tambahkan jumlah ke stok existing.

  1. Tap tombol hijau + Restok
  2. Pilih input mode: Per Pembelian (input dalam satuan beli, misal "1 kali beli = 1 kg") atau Per [satuan terkecil] (langsung dalam gram/ml)
  3. Isi Jumlah Restok
  4. Catatan (opsional, misal "Beli di pasar pagi")
  5. Tap Simpan โ€” stok bertambah, histori auto-tercatat
Dialog Restok Bahan dengan Stok saat ini 25000 g, toggle Per Pembelian / Per g, field Jumlah Restok, Catatan Opsional, tombol Batal dan Simpan
Dialog Restok Bahan

2. Sesuaikan (โœ๏ธ Sesuaikan)

Untuk set angka stok absolut โ€” biasanya setelah stock opname / hitung fisik. Beda dengan Restok yang menambah, Sesuaikan langsung overwrite stok ke nilai baru. Selisih (positif/negatif) tercatat dengan Alasan Penyesuaian.

  1. Tap tombol โœ๏ธ Sesuaikan
  2. Input Stok Baru (default = stok saat ini)
  3. Tulis Alasan Penyesuaian (misal "Stock opname 10 Mei", "Bahan rusak", "Kelebihan input")
  4. Tap Simpan
Dialog Sesuaikan Stok dengan Stok saat ini 25000 g, field Stok Baru pre-filled 25000 g, field Alasan Penyesuaian, tombol Batal dan Simpan
Dialog Sesuaikan Stok โ€” overwrite, bukan tambah

Tips: Untuk pembelian besar dengan tracking supplier (faktur, invoice, hutang), gunakan Purchase Order โ€” stok auto-masuk saat goods receiving disimpan, sekaligus tercatat di hutang supplier.

Form Tambah Bahan dengan Per Pembelian: Harga Sekali Beli 300.000, Jumlah Sekali Beli 1 kg, Stok Awal 25 kali beli, banner hijau Konversi otomatis: 1 kg = 1000 g, Harga per g = Rp 300, Stok awal = 25000 g
Konversi otomatis di mode Per Pembelian โ€” stok & harga auto-translate ke satuan terkecil

G. Riwayat Stok Bahan

Semua perubahan stok bahan tercatat di sini โ€” pemasukan (restok, produksi olahan) dan pengeluaran (transaksi, penyesuaian, expired).

Halaman Riwayat Stok Bahan dengan search Cari nama bahan, filter chip Semua/Masuk/Keluar, ikon kalender top right, empty state Belum ada riwayat stok / Riwayat akan muncul setelah ada perubahan stok
Riwayat Stok Bahan
  • Search per nama bahan
  • Filter chip: Semua / + Masuk (restok & produksi) / โˆ’ Keluar (transaksi & penyesuaian negatif)
  • Ikon kalender di header โ€” filter per tanggal/periode
  • Setiap baris menampilkan: tanggal, nama bahan, qty +/-, sumber (transaksi #, restok #, dll), saldo akhir
  • Berguna untuk audit kalau ada selisih stok yang aneh

H. Bahan Menipis & Bahan Habis

2 sub-menu monitoring khusus โ€” sebenarnya view filter atas Daftar Bahan dengan kriteria stok tertentu.

Halaman Bahan Menipis (header oranye) dengan search dan empty state hijau Tidak ada bahan yang menipis / Semua stok bahan dalam kondisi aman
Bahan Menipis (header oranye)
Halaman Bahan Habis (header merah) dengan search dan empty state hijau Tidak ada bahan yang habis / Semua stok bahan masih tersedia
Bahan Habis (header merah)
  • Bahan Menipis โ€” bahan dengan stok โ‰ค Stok Minimum yang Anda set per bahan
  • Bahan Habis โ€” bahan dengan stok = 0
  • Saat aman, kedua halaman menampilkan empty state hijau "Tidak ada..."

Cek rutin setiap pagi sebelum buka toko โ€” supaya tidak ada menu yang gagal terjual karena bahan habis di tengah hari.

I. Kategori Bahan

Group bahan untuk organisasi rapi. Akses dari Hub Bahan Baku โ†’ Kategori Bahan.

Halaman Kategori Bahan (header biru) dengan tombol + di header dan empty state Belum ada kategori bahan / + Tambah Kategori
Kategori Bahan โ€” empty state

Contoh kategori yang umum:

  • Sayur & Buah
  • Daging & Seafood
  • Bumbu Dapur
  • Bahan Kering (beras, mie, tepung)
  • Minuman Bahan (kopi bubuk, teh, susu)
  • Kemasan (plastik, mika, kotak)
  • Bumbu Racikan (untuk Bahan Olahan signature toko)