Fitur inti Kasgo Bengkel. Karyawan di Kasgo Bengkel bukan sekadar daftar kasir. Tiap karyawan punya role yang khas bengkel — Service Advisor, Mekanik, atau dual-role — beserta skema komisi per item. Sistem menghitung komisinya otomatis tiap WO selesai, sehingga pembagian komisi tiap minggu atau bulan jauh lebih cepat dan adil.
A. Memahami 3 Role Karyawan
SA (Service Advisor)Penerima customer di front office. Ia bertugas membuat WO atau estimasi dan menjelaskan biayanya, tanpa mengerjakan servis fisiknya. Ia bisa mendapat komisi atas keseluruhan WO yang ditanganinya.
MekanikYang mengerjakan jasa pada WO. Ia bisa di-assign per item jasa untuk komisinya. Satu WO bisa ditangani beberapa mekanik — misalnya yang mengganti oli berbeda dari yang melakukan spooring.
KeduanyaBisa berperan sebagai SA sekaligus Mekanik. Cocok untuk owner atau teknisi senior yang sering melayani customer dan ikut mengerjakan. Komisinya bisa di-assign sebagai SA atau sebagai Mekanik, per item.

B. Tambah Karyawan Baru
01
Dari menu utama buka Karyawan, lalu ketuk tombol + di kanan atas.
02
Bagian Informasi Karyawan.
- Nama Karyawan, wajib — nama lengkapnya, misalnya “Pak Joko” atau “Bu Rina”.
- Nomor Telepon — untuk kontak; opsional.
03
Bagian Peran — pilih 1 dari 3 pill.
- SA — hanya front office.
- Mekanik — hanya teknisi.
- Keduanya — bisa kedua role itu.
- Hint penjelasan role yang dipilih muncul di bawah pilihannya.
04
Bagian Pengaturan Komisi.
- Tipe komisinya: Persentase (%) atau Nominal Tetap (Rp).
- Nilai Komisi — angka persentase, misalnya 10 untuk 10%, atau nominal rupiah per itemnya.
- Sub-teksnya muncul otomatis: “Komisi tetap Rp 5.000 per item layanan” atau “Komisi 10% per item layanan”.
05
Bagian Informasi Tambahan.
- Catatan — info tambahan seperti “Spesialis transmisi”, “Bisa motor matic”, atau “Senior 5 tahun”.
- Toggle Status Aktif — kalau dimatikan, karyawannya tidak muncul di pilihan WO atau Kasir; berguna sebagai arsip.
06
Ketuk Simpan Karyawan.

C. Cara Komisi Dihitung
Komisi hanya diberikan saat WO atau transaksinya Selesai, bukan saat WO masih berstatus Estimasi atau Aktif. Skemanya ada dua.
SKEMA PERSENTASE
Komisi per item = harga item × persentase ÷ 100. Contohnya Pak Joko, seorang Mekanik dengan komisi 10%, di-assign untuk jasa “Tune Up” seharga Rp 150.000 — komisinya Rp 15.000 untuk item itu.
SKEMA NOMINAL TETAP
Komisi per item = nilai tetapnya, berapa pun harga itemnya. Contohnya Pak Budi, seorang SA dengan Rp 5.000 per item, di-assign ke WO berisi 3 item — komisinya 3 × Rp 5.000 = Rp 15.000.
Melihat akumulasi komisi: buka menu Laporan → Komisi Karyawan. Ia bisa difilter per periode — harian, mingguan, bulanan — dengan breakdown per karyawan, total komisi, dan jumlah item yang ditanganinya. Bisa di-export ke Excel kalau perlu.
D. Assign Karyawan ke Work Order
Assignment-nya dilakukan saat membuat atau mengedit Work Order; detailnya ada di bagian Work Order.
Service Advisor di-set sekali per WO, di bagian Service Info.
Mekanik di-assign per item jasa di bagian itemnya; satu WO bisa memuat banyak mekanik berbeda untuk item yang berbeda.
Saat WO-nya Selesai, komisinya otomatis bertambah ke karyawan yang di-assign.
Sparepart umumnya tidak punya komisi, kecuali Anda juga menyetel persentase Mekanik pada sparepartnya.
Tip: untuk bengkel kecil, set SA bawaannya ke owner — ownernya sering menerima customer sambil mengerjakan. Untuk bengkel yang lebih besar, SA khusus membantu workflow-nya supaya mekanik bisa fokus di garasi.
E. Hal Penting
Karyawan Non-Aktif tidak muncul di dropdown WO atau Kasir. Jangan menghapusnya permanen — cukup set Non-Aktif saja kalau ia resign, supaya riwayat WO dan komisinya tetap utuh. Edit nilai komisi tidak berlaku retroaktif: WO yang sudah selesai tidak ikut berubah, dan hanya WO baru ke depan yang memakai nilai barunya. Karyawan juga tidak sama dengan User Login — User Login seperti kasir dan owner diatur di Pengaturan → Manajemen User, sedangkan Karyawan di sini untuk komisi dan assignment.
