KasgoPANDUAN KASGO BENGKEL
FAQ

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan.

VERSI APLIKASI 1.0.0

A. Umum

Apa bedanya Kasgo Bengkel dengan Kasgo POS standar? — Kasgo Bengkel punya 3 fitur tambahan khusus bengkel: (1) data Kendaraan dengan plat nomor sebagai kunci riwayat servis, (2) Work Order/PKB Digital untuk alur Estimasi → Aktif → Selesai dengan keluhan customer dan diagnosis montir yang terpisah, (3) Karyawan dengan komisi per item — Mekanik, SA, atau keduanya. Ia cocok untuk bengkel motor, mobil, sparepart, tambal ban, variasi, dan AC mobil.
Bisa dipakai bengkel motor dan mobil di tempat yang sama? — Bisa. Filter Mobil/Motor di daftar Kendaraan memisahkan jenis kendaraannya. Untuk produknya, kategorinya bisa dipisah — Sparepart Motor vs Sparepart Mobil, Jasa Motor vs Jasa Mobil — supaya laporannya juga terpisah.
Bisa untuk berapa device? — 1 lisensi untuk 1 device, dan saat ini multi-device sync belum tersedia — tiap device punya database sendiri yang tidak saling sinkron. Jadi memakai 2 device untuk operasional bengkel yang sama tidak disarankan. Untuk fleet atau multi-cabang, sementara pakai backup-restore manual antar device.
Apakah berjalan offline? — Ya, offline-first. Semua data tersimpan di device sehingga operasionalnya jalan terus tanpa internet. Internet hanya dibutuhkan saat aktivasi awal dan saat backup ke Google Drive.

B. Work Order

Apakah WO harus melalui Estimasi dulu sebelum Aktif? — Tidak wajib. Untuk customer yang langsung setuju di depan, Estimasinya bisa dilewati: pilih Mulai Kerjakan saat menyimpan WO. Estimasi paling berguna untuk servis besar yang butuh approval customer dulu — overhaul, body repair, atau saat budget customer perlu dicek.
Bisa edit WO yang sudah Selesai? — Tidak bisa diedit langsung. Item, harga, dan mekanik di WO Selesai sudah terkunci, demi integritas data dan komisinya. Kalau ada koreksi, pakai fitur Refund di Menu Riwayat untuk membatalkan transaksinya, lalu buat WO baru.
Bagaimana kalau customer batal di tengah jalan? — Buka detail WO yang berstatus Aktif, lalu ketuk Batalkan. WO-nya masuk Riwayat dengan status Batal. Sparepart yang sudah dipakai akan tetap mengurangi stok — kalau stoknya belum dipakai, perlu adjustment manual lewat Penyesuaian Stok.
Customer minta tambah item setelah WO Aktif — bagaimana? — Buka detail WO Aktif, ketuk Edit WO, tambahkan itemnya, lalu Simpan. Total estimasinya otomatis ter-update. Sampaikan total barunya ke customer dulu sebelum melanjutkan kerja.

C. Karyawan & Komisi

Bagaimana komisi mekanik dihitung kalau 2 mekanik mengerjakan 1 WO? — Komisinya di-assign per item, bukan per WO. Saat menginput item di WO, ada field Mekanik penanggung jawab — pilih mekanik yang mengerjakan item itu. Jadi 1 WO bisa melibatkan 2-3 mekanik berbeda, masing-masing mendapat komisi sesuai item yang ditanganinya.
Bisa atur komisi berbeda untuk jasa berbeda dari mekanik yang sama? — Sementara belum bisa per-jasa per-mekanik. Komisi per karyawan — persentase atau nominal tetap — berlaku untuk semua item yang dia kerjakan. Untuk meng-override-nya, edit nilai komisi di karyawan tersebut sebelum WO barunya dibuat.
Apakah edit nilai komisi karyawan berlaku retroaktif? — Tidak. WO yang sudah Selesai tetap memakai nilai komisi saat WO itu selesai. Hanya WO baru ke depan yang mengikuti nilai komisi terbaru. Komisinya tersimpan per WO untuk audit history.

D. Stok & Sparepart

Stok sparepart auto-update kapan? — Saat WO berstatus Selesai — sparepartnya dipakai untuk servis; saat transaksi Kasir diproses — sparepartnya dijual langsung; dan saat refund — stoknya dikembalikan. Untuk menambah stok manual, lewat Menu Stok → Tambah Stok, saat barangnya masuk dari supplier.
Bagaimana men-track sparepart yang ada garansinya, seperti aki dan ban? — Belum ada fitur serial number tracking. Saat ini garansinya di-handle manual: catat di Catatan transaksi — misalnya “Aki GS GTZ5S, garansi 6 bulan dari tgl ini” — dan minta customer menyimpan struknya. Untuk klaim, customer membawa struk itu dan sisa periodenya dicek dari tanggal transaksinya.
Stok minimum berapa yang ideal? — Tergantung volume penjualan dan lead time supplier. Rule of thumb-nya: stok minimum = 2-3× rata-rata penjualan harian. Misalnya oli laku 2 botol/hari dan supplier butuh 3 hari mengirim, maka stok minimumnya 6-8 botol.

E. Pembayaran & Piutang

Customer langganan bayar bulanan — bagaimana mencatatnya? — Saat di Kasir atau Konfirmasi Pembayaran, pilih pelanggannya dulu, lalu pilih metode Piutang. Saldo terutangnya tersimpan di profil pelanggan. Saat dilunasi, buka Menu Pelanggan → Piutang Pelanggan, pilih customer-nya, lalu input pembayarannya. Riwayat tagihan dan pelunasannya lengkap per customer.
Bisa atur tempo piutang, misalnya net-30? — Ya. Saat menginput metode Piutang di Konfirmasi Pembayaran, ada field Tanggal Jatuh Tempo. Set ke +30 hari untuk net-30. Setelah lewat tanggalnya, transaksi itu tampil di Piutang Jatuh Tempo untuk di-follow-up.
Bisa terima QRIS? — Ya. QRIS code statis bisa di-setup di Pengaturan → Metode Pembayaran. Saat customer memilih QRIS, ia men-scan QR yang ditampilkan atau dicetak. Konfirmasi pembayarannya tetap manual di kasir: cek mutasi rekeningnya, lalu approve.

F. Backup & Data

Seberapa sering harus backup? — Minimal 1× seminggu. Kalau transaksinya banyak — lebih dari 20 per hari — backup harian. Set reminder di kalender, dan backup ke Google Drive supaya aman dari device yang hilang, rusak, atau dicuri.
Bisa pakai backup dari Kasgo POS untuk restore ke Kasgo Bengkel? — Tidak. Format databasenya berbeda. Kasgo Bengkel punya tabel tambahan — Vehicle, WorkOrder, dan lainnya — yang tidak ada di Kasgo POS. Backup hanya bisa di-restore ke aplikasi varian yang sama: Bengkel ke Bengkel.
Bagaimana migrasi dari pencatatan buku atau Excel? — Pakai fitur Import: data Pelanggan dan Produk bisa di-import dari Excel atau CSV, dengan template yang tersedia di tiap menu Import. Untuk Kendaraan, sementara belum ada Import Massal — input manual untuk volume kecil, atau hubungi support untuk bantuan migrasinya.
SUDAH TERBANTU?
Ada bagian yang belum jelas? Tanyakan langsung, dibalas 09.00–21.00 WIB.
Tanya via WhatsApp