Kapan fitur ini dibutuhkan? Untuk salon atau barbershop yang juga menjual produk fisik — shampoo, conditioner, hair tonic, pomade, masker rambut, alat styling, dan sejenisnya. Kalau bisnis Anda murni jasa dan tidak menjual barang, bagian ini bisa dilewati.
A. Stok Produk Fisik
Saat menambah produk di menu Produk, pilih tipe Barang Fisik — bukan Jasa — lalu set field Stok Awal-nya. Stoknya akan otomatis berkurang tiap kali produknya dijual lewat Kasir.

Hub Stok memiliki sub-menu berikut:
Tambah StokInput stok masuk dari supplier — qty beserta harga modalnya.
Penyesuaian StokKoreksi stok: rusak, hilang, expired, atau salah hitung.
Stok MenipisQuick view produk yang stoknya di bawah minimum.
Daftar BatchPer produk: batch-batchnya terpisah, untuk tracking expiry.
Riwayat StokAudit trail semua perubahan stok.
Expiry tracking: untuk produk yang bisa expire — shampoo, conditioner, masker — input Tanggal Expired-nya saat menambah stok. Sistem akan mengingatkan lewat Mendekati Expired di card home.
B. Supplier (Distributor Produk)
Daftarkan distributor atau toko langganan tempat Anda membeli produk retail.

01
Dari menu utama, buka Supplier, lalu ketuk +.
02
Nama Supplier, wajib — misalnya “Distributor Loreal Profesional” atau “Toko Kosmetik Cantik”.
03
Kontak Person — nama sales atau admin yang biasa Anda hubungi.
04
Nomor Telepon.
05
Alamat.
06
Catatan — info tambahan, misalnya “Free ongkir min order 5jt” atau “Delivery hari Senin”.
07
Ketuk Simpan.
Hutang Supplier: saat Anda membuat Pembelian dengan metode “Hutang”, saldo terutang per suppliernya di-track otomatis. Aksesnya lewat Hub Supplier → Hutang Supplier, untuk monitoring dan pelunasannya.
C. Pembelian (Purchase Order)
Catat tiap pembelian dari supplier. Saat barangnya masuk, stoknya ter-update otomatis dan harga modal per batchnya tersimpan untuk menghitung profit margin.

Alur pembeliannya:
01
Dari menu utama, buka Pembelian, lalu ketuk + untuk PO baru.
02
Pilih Supplier dari dropdownnya.
03
Tanggal Pembelian — bawaannya hari ini, dan bisa diubah.
04
Tambah Item.
- Pilih produknya, lalu input qty dan harga beli per unitnya.
- Untuk produk yang punya expiry, input tanggal expirednya.
- Subtotal per barisnya dihitung otomatis.
05
Ketuk Tambah Item Lain untuk melanjutkan, atau Selesai.
06
Total dan Metode Pembayaran.
- Lunas — dibayar penuh saat barangnya masuk, lewat Tunai atau Transfer.
- Hutang — dibayar nanti dengan tempo; saldo terutang ke suppliernya ter-track.
- Cicilan — dibayar sebagian sebagai DP, sisanya belakangan.
07
Ketuk Simpan PO; stok produknya bertambah dan batch barunya tercatat.
Status PO:
Draft — Baru dibuat, dan barangnya belum diterima.
Pending — Sudah dikirim ke supplier, dan Anda sedang menunggu barangnya.
Terima Sebagian — Sebagian itemnya sudah masuk.
Selesai — Semua itemnya sudah masuk, dan stoknya ter-update.
Selalu update PO ke “Selesai” saat barang fisiknya sudah diterima dan dicek. Jangan biarkan ia berstatus Pending kalau barangnya sudah masuk — stoknya bisa miss-track, dan penjualannya jadi error karena stok di sistem masih nol.
D. Workflow yang Disarankan untuk Retail Produk
01
Setup Suppliernya dulu — semua distributor langganan Anda.
02
Setup produk fisiknya di menu Produk — pilih tipe Barang, lalu set stok awal dan harga modalnya.
03
Saat barangnya masuk dari distributor, buat PO di Pembelian; stoknya bertambah otomatis.
04
Saat customer membelinya di Kasir, stoknya berkurang otomatis.
05
Cek Stok Menipis mingguan, untuk merencanakan PO ke distributor.
06
Cek Hutang Supplier mingguan, dan bayar tepat waktu untuk menjaga relasi dengan distributor.
07
Gunakan laporan Margin Per Produk untuk melihat profit per item retail terhadap harga modalnya.
